Zona Aman Brebes Dipertanyakan, Pemkab Perlu Evaluasi Serius Terkait Corona
Brebesan

Zona Aman Brebes Dipertanyakan, Pemkab Perlu Evaluasi Serius Terkait Corona 

Berawal dari penelitian seorang profesor asal Harvard T.H Chan School of Public Health Amerika Serikat pada pertengahan Februari yang menyebutkan Indonesia seharusnya sudah memiliki 5 kasus infeksi corona jika melihat kondisi Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan China, misalnya dibidang pariwisata dan tenaga kerja.

Penelitian tersebut kira-kira ingin mengingatkan kepada Indonesia agar lebih ekstra dalam berjaga menangkal penyebaran virus corona yang begitu cepat. Alih-alih pernyataan tersebut didengar dan diperhatikan, menteri Kesehatan Terawan malah mengatakan bahwa itu penghinaan, Indonesia akan baik-baik saja. Buktinya, update terakhir per 20 April 2020, pukul 12.00 WIB di 34 Provinsi terpapar 6.760 positif, 590 meninggal, dan 747 sembuh.

Hal ini menarik jika dikaji oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes karena pada mulanya menganggap enteng kasus tersebut namun sekarang khususnya para tim medis bahkan pemerintah Indonesia berjuang mati-matian demi melawan bahaya kasus corona.

Baca juga: Benarkah Brebes Masih Aman dari Corona? 

Mengapa Pemkab Brebes? Karena terhitung sampai hari ini Kabupaten Brebes masih tetap menjadi zona aman dari penyebaran pandemi corona di Provinsi Jawa Tengah. Hal itu diketahui dari data corona.jatengprov.go.id (20/4) kemarin.

Akibatnya masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas seperti biasa bahkan cenderung mengabaikan soal kasus corona ditengah jumlah pemudik yang terus masuk ke Brebes yang berpotensi menyebarkan virus Corona ke desa-desa. Data terakhir yang masuk di Gugus Tugas Covid-19 Brebes, tanggal 5 April 2020 tercatat 52 ribu pemudik sudah tiba di kampung halaman. Mereka tersebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada di 17 kecamatan.

Hal ini menjadi evaluasi pemerintah daerah agar benar-benar teliti soal data dan benar-benar serius dalam menangani kasus corona ini. Berikut data-data kasus corona di Kabupaten Brebes;

Melansir Tribunbanyumas.com kasus kematian suspect corona pertama di Brebes menimpa seorang wanita (57) yang menghembuskan nasfas terakhirnya di RSUD Kardinah Tegal. Kasus selanjutnya terjadi beberapa minggu setelahnya (6/4) yang menewaskan salah seorang pemudik dari Jakarta meninggal dunia dengan gejala demam dan sesak nafas.

Pemudik tersebut menurut pantauan detik.com adalah seorang pemudik yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) yang berasal dari kecamatan Bantarkawung dan meninggal di RSUD Bumiayu.

Tidak sampai disitu, data radartegal.com mengatakan kasus suspect corona selanjutmya di Kabupaten Brebes pada Minggu (21/4) bertambah sebanyak 4 orang yang berasal dari kecamatan Bantarkawung. Semuanya positif corona dan dirujuk ke RSUD Brebes setelah sebelumnya melakukan perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Rembes Adakan Diskusi dengan WN Malaysia 

Jika Pemkab Brebes benar-benar berdiri di depan melindungi kesehatan masyarakat Brebes, Pemerintah perlu meninjau ulang data yang mengatakan Kabupaten Brebes masih menjadi zona aman dengan mempertimbangkan data-data di atas dan lebih siaga dalam menghimbau masyarakat dengan membatasi pergerakan mereka. Karena satu nyawa pun adalah kewajiban besar bagi pemerintah dalam melindungi warganya.

Tentu tidak hanya menghimbau untuk membatasi pergerakan masyarakat saja, tetapi juga harus menjamin hidup mereka dengan mengawasi pembagian bantuan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam bentuk uang sebesar 600 ribu per KK dan sembako sebagai bentuk kehadiran negara terhadap rakyatnya. Karena hingga kini menurut banyak laporan, bantuan tersebut ketika sampai pada tingkat RT hanya beberapa orang saja yang dapat seperti yang terjadi di Desa Pakujati Kecamatan Paguyangan, dilansir dari Portalpantura.com. Ini jika diteruskan akan menjadikan kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerusuhan sosial.

Pada situasi seperti sekarang ini hendaknya Pemkab Brebes benar-benar menjamin kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya sehingga himbauan-himbauan yang diberikan akan dengan senang hati dituruti oleh yang diperintahnya. Dan wabah ini pasti tidak akan lama lagi menyebar karena kekompakan antara pemerintah dan masyarakat dalam melawannya.

Related posts