Zamroni dan Kiprah Pergerakan Mahasiswa
Tokoh

Zamroni dan Kiprah Pergerakan Mahasiswa 

Nama Zamroni tidak asing lagi bagi para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Nama beliau selalu diperkenalkan saat perekrutan anggota PMII atau MAPABA, namun apakah kader PMII benar-benar mengenal siapa beliau. Saya sering menemui teman-teman Saya sesama PMII hanya sebatas mengenal nama beliau saja dan tidak tahu bagaimana kiprah beliau, bahkan ironisnya lagi ada juga yang tidak mengenal siapa beliau.

Ciputat merupakan tanah istimewa, banyak melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh, banyak menghasilkan pemikir, banyak melahirkan aktivis yang namanya melambung di kancah nasional. Salah satunya adalah Zamroni. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Zamroni lahir pada tanggal 10 Agustus 1935 di Kudus Jawa Tengah, beliau merupakan Ketua Umum PMII dua periode dari tahun 1967-1970, beliau adalah ketua PMII yang kedua, ketua PMII yang pertama adalah Mahbub Djunaidi.

Berbicara tentang sosok Zamroni maka kita berbicara tentang Keindonesiaan, Keislaman, dan Kepemudaan. Perlu kita ketahui bersama bahwa beliau pernah nyantri di Pondok Pesantren Bale Tengahan Kudus dan Pondok Pesantren Jamsaren Solo, jadi beliau juga seorang santri, dan bisa dipastikan beliau menguasai ilmu-ilmu keislaman, berbicara tentang santri sejak dulu identik dengan kaum bersarung dan berpeci, itulah stigma kebanyakan masyarakat Indonesia pada umummnya. Padahal banyak santri yang namanya harum dikancah Nasional.

Zamroni adalah sosok yang konsisten dalam berjuang, dan bisa dikatakan bahwa beliau adalah tonggak bangkitnya pemuda NU dalam perpolitikan Nasional. Selain menjadi Uetua Umum Pengurus Besar PMII beliau juga menjadi Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia yang disingkat dengan nama KAMI. Waktu itu situasi Indonesia sedang panas-panasnya, akibat dari pemberontakan PKI yang kita kenal dengan nama Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia PKI, namun pemberontakan itu berhasil digagalkan meskipun 6 orang Perwira tinggi dan 1 Perwira Pertama TNI AD diculik dan dibunuh di Lubang Buaya.

Baca juga: Soeharto, Orde Baru dan Gaya Kepemimpinan

Timbul demonstrasi dimana-mana supaya Presiden Soekarno membubarkan PKI dan kroni-kroninya yang kita kenal dengan sebutan TRITURA singkatan dari Tiga Tuntutan Rakyat yang isinya adalah Pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya, perombakan Kabinet Dwikora, dan tuntutan harga pangan. KAMI inilah yang menjadi motor penggerak TRITURA, Sahabat Zamroni ikut mendirikan KAMI dan menjadi ketua KAMI, hal ini dapat disimpulkan bahwa Zamroni adalah sosok yang memiliki kepiwaian dalam memimpin dan memiliki Nasionalisme yang tinggi dan cinta terhadap Indonesia.

Seorang pemimpin harus berani, berani melawan ketidakadilan, berani melawan kemunkaran, berani melawan kebatilan. Dan keberanian inilah yang ada pada sosok Zamroni, Zamroni mampu mengkonsolidasikan KAMI yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi Kemahasiswaan seperti PMII, HMI, dan organisasi lainnya, tentu ini adalah sebuah keberanian yang luar biasa melakukan sebuah demonstrai menuntut TRITURA, padahal waktu itu pengaruh Soekarno masih sangat besar pada berbagai kelompok masyarakat.

Keberanian lain dari sosok Zamroni adalah keberanian beliau sebagai penggagas independensi PMII, tentu hal ini banyak mendapat pertentangan dari NU, tapi dengan berani beliau mempelopori independensi PMII, suatu keberanian yang luar bisa. Keberanian yang dimiliki Zamroni itu lah yang menjadikan Zamroni menjadi idola para mahasiswa dan pemuda Indonesia, beliau berhasil menggerakan demonstrasi untuk turun ke jalan pada waktu itu, sehingga membuat rezim orde lama tumbang. Zamroni adalah tokoh yang paling populer dan menjadi idola pada waktu itu setelah Soekarno.

Baca juga: Gus Dur Sang Perekat Toleransi di Indonesia

Setelah rezim orde lama yang dipimpin Soekarno tumbang kemudian digantikan oleh Soehaerto yang kita kenal dengan nama rezim orde baru, kemampuan beliau mengorganisasikan masa, menjadikan beliau ditakuti oleh Soeharto. Sehingga beliau dikucilkan dari perpolitikan nasional oleh rezim orde baru. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa banyak tokoh tokoh muda NU yang dtakuti oleh rezim orde baru pimpinan Soeharto. Sehingga banyak tokoh-tokoh muda NU yang dikucilkan dari perpolitikan nasional, perkembangan organisasi NU pada masa orde baru diawasi dengan ketat oleh rezim yang berkuasa yaitu rezim orde baru.

Sungguh ironis sekali, dampak dari hegemoni rezim orde baru sangat terasa hingga saat ini, Saya masih ingat ketika pelajaran sejarah ketika membahas mengenai TRITURA, nama beliau tidak disebutkan padahal beliau adalah Ketua KAMI, cuman yang disebutkan hanya KAMI saja tanpa menjelaskan siapa inisiator dari KAMI. sumber referensi mengenai siapa sosok Zamroni bisa dibilang sedikit, dalam artikel-artikel yang membahas tentang KAMI kiprah beliau pun kurang dijelaskan.

Hendaknya kita sebagai generasi muda Indonesia harus meneladani tokoh-tokoh hebat di negeri ini, siapapun itu, tanpa memandang golongan, agama, suku, dan, ras. Dengan jalan demikianlah akan bermunculan generesi generasi emas bangsa ini yang membawa Indonesia maju.

Related posts