Yang Sering Luput: Penulisan Kata (di) Dipisah atau Digabung?
Sinau

Yang Sering Luput: Penulisan Kata (di) Dipisah atau Digabung? 

Suka banget ketemu media yang kadang luput dalam menulis kata di yang seharusnya dipisah malah ditulis digabung ataupun sebaliknya, dan media itu termasuk Rembes.net, hahaha. Saya yang menjadi bagian Rembesmin menemui itu kadang suka gemas-gemas manja, bahkan tak jarang suka dikoreksi teman sejurusan, hiks malu sampai ke ubun-ubun.

Sebagai ajang meneruskan ilmu dosen bahasa di kelas, saya sebagai mahasiswi bahasa yang nggak bahasa-bahasa banget merasa perlu mengamalkan secuil ilmu ya ini si biar kelihatan jadi anak bahasa, habisan selama ini kok justru malah ngonten yang nggak penting-penting amat.

Biar nggak lama-lama berikut aturan main penulisan di benernya disambung atau dipisah ya.!

Penulisan kata di dipisah:

Kata (di) menunjukkan fungsi kata depan.
Sekurang-kurangnya ada dua cara untuk menentukan apakah bentuk di tersebut masuk kata depan atau awalan. Pertama, kata depan di mempunyai pasangan ke dan dari. Kedua, kata depan di tidak dapat dilawankan dengan meng-.

Kata (di) diikuti kata selain pembentuk kata kerja pasif, misal nama tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi, dan lain sebagainya, serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif.

Contohnya ya Mylov, misal: di bawah, di sini, di sampung, di Bandar Lampung, dan lain sebagainya.

Jadi rumusnya begini nih untuk di jenis ini: di+keterangan waktu, tempat, suasana, atau keadaan.

Penulisan kata di digabung:

Kata (di) menunjukkan fungsi imbuhan

Kata (di) menunjukkan diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Berarti ketika kata di di sini dapat di ubah menjadi kata kerja aktif:

Contoh jenis di di sini ya Mylov, misal: dicintai kan bisa diubah menjadi mencintai, ditulis bisa diubah menjadi menulis, dibawa bisa diubah menjadi membawa.

Jadi kalau diliat rumusnya = di+kata kerja pasif.

Gampang tidak Mylov? Tapi memang ada beberapa kata yang memiliki dua makna. Adakalanya berfungsi sebagai kata kerja, adakalanya berperan sebagai preposisi. sehingga kita harus memperhatikan kata sebelumnya atau sesudahnya dalam kalimat tersebut. Contoh:

  1. Setiap aku bicara langsung saja disela teman yang gak tau diri. (disela-menyela).
  2. Di sela-sela kesibukanku, aku tak alpa untuk merinduimu.

Nah kurang lebih begitu ya, pokoknya dipahami dan diresapi ya Mylov!

Related posts