Waduk Malahayu, Objek Wisata Hingga Pusat Perekonomian Warga
Seni dan Budaya

Waduk Malahayu, Objek Wisata Hingga Pusat Perekonomian Warga 

Waduk Malahayu merupakan objek wisata yang terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan besar ini menjadi wisata unggulan di Kabupaten Brebes, karena tidak hanya terkenal dengan keindahan pemandanganya, tetapi juga sebagai salah satu bangunan bersejarah yang didirikan oleh Belanda.

Salah satu bangunan peninggalan Belanda yang ada di area Waduk Malahayu, masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan Turn.

Waduk ini dibangun oleh Belanda beberapa tahun sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1930. Menurut cerita penduduk sekitar waduk, dulu sebelum dibangun menjadi waduk di tempat tersebut merupakan Desa Cipanjang. Desa ini merupakan desa yang banyak sumber airnya. Pada saat itu Belanda berfikir untuk membendung aliran air tersebut dan di gunakan sebagai salah satu benteng pertahanan pasukan.

Pemandangan Waduk Malahayu Brebes tampak indah dengan latar pegunungan dan perbukitan yang mengelilingi waduk. Salah satu Gunung yang mengelilinginya adalah Gunung Lio dimana pada zaman dahulu dikenal sebagai medan pertempuran gerilya Jendral Sudirman.

Selain sebagai objek wisata, tempat ini berfungsi untuk pengontrol banjir dan sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, dan Bulakamba. Di tempat ini terdapat panorama alam pegunungan yang indah dan dikelilingi hutan jati yang luas. Waduk Malahayu juga merupakan tempat yang cukup asik untuk menepi sejenak dari kesibukan harian.

Keberadaan Waduk Malahayu ini cukup penting karena menjadi pusat perekonomian warga terutama untuk lahan pertanian dan budi daya ikan. Seperti apa yang dirasakan Mak Iwit (56), petani kacang tanah, jagung dan udang disekitar Waduk.

“Ya sangat membantu perekonomian bagi warga sini, terutama saya yang sehari-harinya berada di sekitar Waduk untuk merawat kacang tanah, jagung, dan udang-udang,” Ujarnya.

Mak Iwit sedang bercakap-cakap disela kesibukan menjadi petani udang

Penduduk setempat juga memanfatkan perahu mereka untuk disewakan kepada pengunjung yang ingin mengelilingi pulau-pulau disekitar Waduk. Beberapa warga juga mendirikan warung makan yang menyediakan berbagai macam makanan. Salah satu menu andalan yang ditawarkan oleh warung tersebut adalah kuliner ikan nila bakar yang dipanen dari waduk tersebut.

Related posts