Telur Asin Jadi Warisan, Kualitas Produk Jadi Taruhan
Ndog Asin, Seni dan Budaya

Telur Asin Jadi Warisan, Kualitas Produk Jadi Taruhan 

Satu minggu yang lalu telur asin Brebes ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia, tepatnya pada tanggal 6-9 Oktober 2020 dalam sidang onlina Kemdikbud. Selain telur asin Brebes, tahun 2019 pemerintah juga menobatkan upacara Ngasa Jalawastu Brebes sebagai WBTb kategori ritus adat.

Masyarakat Brebes patut bangga dengan penetapan telur asin Brebes sebagai WBTb. Pasalnya telur asin Brebes sudah berkembang di wilayah Brebes sejak ratusan tahun yang lalu. Dilihat dari sejarahnya, dulu masyarakat China mengolah dan menyajikan telur asin sebagai bagian dari sembahyang yang ditujukan pada Dewa Bumi.

Mengutip dari detik.com, Kemendikbud menyebut komersialisasi telur asin sudah berlangsung sejak 1950-an. Industri telur asin Brebes semakin bertambah pesat seiring adanya pintu keluar tol di Brebes. Pedagang telur asin Brebes semakin menjamur.

Baca juga: Tradisi Peringatan Hari Kemerdekaan di Desa Pengarasan Sebelum Pandemi

Tidak hanya masyarakat Brebes, kini banyak pedagang-pedagang diluar Brebes yang juga menjual telur asin. Persaingan dagang ini menjadi tantangan tersendiri bagi penjual produk telur asin sebab kualitas produk akan jadi bahan pertimbangan bagi para pelanggan dan penikmat telur asin.

Meski telur asin Brebes mempunyai cita rasa yang khas yaitu rasanya yang gurih, kuning telur yang kemerahan, dan rasa asinnya yang tidak membuat, tapi tidak dipungkiri banyak pedagang yang pada akhirnya mengabaikan akan hal itu. Tentunya hal ini bukan sepenuhnya salah pedagang, toh konsumen akan menentukan sendiri produsen mana yang lebih baik. 

Dengan demikian tolak ukur citarasa telur asin Brebes harus diutamakan oleh para pedagang khususnya produsen di Brebes. Seiring dengan penetapan telur asin sebagai WBTb, peran masyarakat khususnya pedagang harus selaras dengan kinerja Pemkab Brebes agar tidak mengecewakan pembeli.

Baca juga: Gunung Gora, Pesona Jalur Pendakian di Brebes 

Kontribusi masyarakat dan pedagang telur asin kini jadi taruhan. Disinilah kolaborasi Pemkab dan masyarakat harus saling melengkapi, jangan sampai ada pedagang telur asin Brebes yang curang dalam berdagang. Hal ini akan merusak citra telur asin Brebes dan umumnya Brebes itu sendiri.

Berdasar pada pengalaman pribadi, sebelum saya menjadi pelanggan sebuah toko penjual produk telur asin Brebes saya cukup kesulitan untuk menemukan telur asin yang bagus atau sesuai dengan rasa khas telur asin Brebes. Seringkali saya membeli telur asin dengan kualitas produk yang bermasalah, yaitu cepat busuk tidak sampai 3 hari. Bukan hanya soal kualitas produk tetapi harga yang dipatok atau dimahalkan juga sering saya alami.

Kinerja Pemkab Brebes tentu akan sia-sia jika masyarakatnya tak acuh terhadap persoalan ini. Selain para pedagang yang harus jujur dalam berdagang masyarakat umum dan Rembesiana tentu punya kewajiban dalam mengkampanyekan produk unggulan Kabupaten Brebes yaitu telur asin, salah satu contohnya dengan membeli produk dan menyebarluaskan info tentang telur asin agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, atau bahkan sampai mancanegara.

Related posts