Soal Hadapi Haters, dr Tirta Harus Belajar Banyak dari Kekeyi
Ndopok

Soal Hadapi Haters, dr Tirta Harus Belajar Banyak dari Kekeyi 

Siapa sih yang gak kenal dr Tirta?, Buat kita yang gemar bermedsos ria pasti sudah tak asing lagi dengan dokter kece badai yang satu ini. Sejak virus corona sudah menyebar sampai ke Indonesia, dr Tirta gencar melakukan kampanye-kampanye soal jaga kesehatan, memakai masker, social distancing, dan semuanya yang berbau penanganan corona. Daebak.

Dokter dengan gaya nyentrik ini bahkan melakukan kampanye tersebut dengan gaya mowak-mawik (bahasa brebes), mungkin bahasa kasarnya senggol bacok. Bahkan dr Tirta tak segan meladeni Jerinx SID yang terkenal juga karena gaya mowak-mawiknya dengan mengajak diskusi online karena tidak terima dengan pernyataan Jerinx yang menganggap virus covid-19 ini cuma konspirasi.

Jika kita pantau terus akun media sosial dr Tirta mungkin tidak ada kata lelah untuk kampanye soal penanganan virus corona ini, bahkan dr Tirta tak sungkan-sungkan untuk pergi ke luar jawa guna berbagi pengetahuan untuk penanganan virus corona ini, bahkan sangking sibuknya dr Tirta sempat dirawat akibat kelelahan dengan berbagai aktivitas padatnya.

Sontak kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan dr Tirta ini mengundang respon positif di kalangan netizen +62, banyak orang mengelu-elukan aksi dokter asal Surakarta ini. Namun di tengah popularitas dr Tirta yang apik, dr Tirta mendapat kecaman dari netizen akibat berfoto bersama dua orang karyawan Holywings Gunawarman. Foto itu dianggap netizen bertolak belakang dengan apa yang di gembor-gemborkan dr Tirta selama ini. dr Tirta tampak merangkul kedua orang di sisinya dengan tidak menerapkan social distancing saat berfoto.

Tak butuh waktu lama foto yang di upload oleh karyawan Holywings tanpa seizin dr Tirta itu langsung ramai di jagat media sosial twitter. Bahkan pada hari minggu tanggal 14 juni kemarin dr Tirta pun jadi trending pembahasan. Ya walaupun kita tahu di twitter itu banyak akun-akun buzzer gak jelas.

Baca juga: Pendidikan di Negeri Joko dan Dodo 

Meski sempat tak ada respon selama 2 hari, terkait beredarnya foto tersebut, kini dr Tirta melalui akun Twitternya membela diri dengan tegas dan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan netizen ke kolom komentar akun Twitternya. Meski sudah mengkonfirmasi apa yang sudah menimpa dirinya tapi netizen sudah kadung kecewa dengan dr Tirta, meski banyak juga yang tetap mendukung dr Tirta.

Terkait hal meladeni netizen yang menghujat dirinya di twitter, dr Tirta seharusnya gak usah merespon terlalu serius, bahkan apa yang dilakukan dr Tirta dengan akan melaporkan komentar-komentar hate speech yang dilontarkan kepadanya akan dilaporkan ke jalur hukum menurut saya itu bukan sebuah solusi.

Perlu dr Tirta ketahui ya, akun-akun di Twitter itu gak semuanya akun asli, bisa dibilang itu akun palsu atau buzzer, mungkin juga dr Tirta lebih tahu lah soal ini. Tapi kok kenapa dr Tirta se serius itu nanggepinnya?. Jika kita bertekad melawan kemungkaran di jagat media sosial itu sesuatu yang baik dan bagian dari melawan kejahatan. Tapi ya apa gak sia-sia kalau kita ngeladenin akun-akun gak jelas itu?

Disinilah letak perbedaan dr Tirta dengan Kekeyi. Saya paham betul kita tidak bisa menyamakan dr Tirta dengan Kekeyi, mungkin ini beda cerita, bagai langit dan bumi, dimana dr Tirta seorang lulusan pendidikan dokter dan Kekeyi bukan boneka, eh, maksudnya Kekeyi itu tidak berprofesi profesional, maksudnya gimana ya. Ada yang bisa jelaskan pekerjaan Kekeyi?. Ya pokoknya beda.

Intinya begini dr Tirta harus banyak belajar dari Kekeyi bagaimana caranya nanggepin netizen-netizen yang songong. Kenapa Kekeyi? Kita tahu di berbagai akun media sosial nya, Kekeyi selalu dapat komentar-komentar pedas, kalau kita persentasekan bisa 70% komentar itu gak enak di dengar, bahkan di setiap postingannya. Jadi gak seberapa cobaan dr Tirta dengan apa yang Kekeyi rasakan.

Baca juga: Masyarakat Butuh Contoh Baik, Bukan Jubir Berparas Cantik 

Dengan pendukung yang luar biasa banyaknya dr Tirta seharusnya bisa mengatasi hal ini dengan sedikit santai sebagaimana gaya nyentrik di kesehariannya, santuy dan tanpa beban. Jangan sampai dr Tirta ini malah membuat orang-orang seperti saya jadi gak follow akun-akun Pak Dokter. Tapi ya gak penting juga si membuat saya jadi tertarik. Siapa saya, hehe.

Sekali lagi saya sarankan dr Tirta harus banyak belajar dari Kekeyi, atau bila perlu ajak Kekeyi ngopi-ngopi santai agar dr Tirta tahu caranya ngeladenin netizen-netizen yang benci Pak Dokter. Bahkan Kekeyi bisa memberi ilmu bagaimana meracik netizen jahat menjadi sebuah keuntungan, terbukti kan Kekeyi bisa trending youtube selama seminggu akibat kontribusi komentar-komentar jahat. Hahaha.

Jangan sampai apa yang dilakukan dr Tirta ini malah jadi blunder baru, meski dr Tirta mendeklarasikan diri sebagai orang yang apa adanya dan bebas tapi Pak Dokter harus ingat masih banyak orang-orang yang butuh bantuan Pak Dokter untuk menghadapi situasi sulit karena pandemi ini, masih banyak pendukung-pendukung Pak Dokter yang ingin melihat aksi-aksi kemanusiaan Pak Dokter, jadi lain kali hati-hati ya Pak Dokter.

Kita harus sadar betul dengan pepatah “seribu kebaikan tidak menjadimu malaikat, namun satu kesalahan bisa membuatmu jadi iblis”, artinya kebaikan yang kita lakukan belum tentu mendapat penghargaan dari orang lain tapi satu kesalahan akan cukup membuat kita dibenci habis-habisan. Jangan lupa ajak Kekeyi ngopi ya Pak Dokter.

Related posts