Siapkah Brebes Dijadikan Kawasan Industri?
Brebesan

Siapkah Brebes Dijadikan Kawasan Industri? 

Kesiapan stakeholders mulai dari pemerintah pusat hingga provinsi menyiapkan Kabupaten Brebes menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) sebagai upaya kontribusi daerah menuju pertumbuhan ekonomi daerah hingga nasional. Keseriusan pengelolaan KIB terbukti hingga saat ini sudah menyentuh tahap finalisasi masterplan, penyusunan feasible (FS), dan penyiapan dokumen pengadaan tanah untuk pengajuan penentuan lokasi tahap awal ke Gubernur Jawa Tengah yang meliputi lahan mencapai 4.000 hektare.

Latar belakang pengembangan KIB berdasarkan laporan Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes, Angkatno, KIB mengacu pada target pertumbuhan ekonomi nasional yang kontribusi pencapaiannya dibebankan kepada beberapa provinsi, salah satunya adalah provinsi Jawa Tengah; Usulan 12 program prioritas gubernur Jawa Tengah kepada presiden Republik Indonesia untuk menuju pertumbuhan ekonomi 7% termasuk di dalamnya adalah Kawasan Industri Brebes.

Usulan-usulan tersebut sudah sejalankah dengan kesiapan Kabupaten Brebes menghadapi kawasan industri? Pemetaan regulasi terkait kebijakaan KIB sudah sejauh mana? Mampukah Pemerintah daerah menjawab isu-isu terkait KIB? Akankah KIB mampu memenuhi kebutuhan daerah Brebes dengan melihat potensi yang dimiliki? Atau jangan-jangan KIB menjadi bumerang bagi warganya karena ternyata Brebes belum siap menjadi kawasan industri, jelas pasar industri sangat jauh beda dengan pasar pertanian sehingga pembenahan-pembenahan perlu dilakukan supaya Brebes tetap menjadi daerah paling menguntungkan dari adanya KIB bukan sebaliknya.

Baca juga: Kawasan Industri Brebes Digadang-gadang Bisa Ungguli Vietnam 

Isu Terkait Kawasan Industri Brebes

Isu-isu terkait perihal pengembangan KIB dijawab Pemkab melalui Kepala Baperlitbangda Kabupaten dengan jawaban dan rencana, diantaranya terkait keterampilan tenaga kerja yang masih rendah, diupayakan dengan pengoptimalan BLK dan Pembangunan Politeknik Industri. Terkait Ancaman Pencemaran Lingkungan, diupayakan dengan monitoring serta pengujian kualitas air, tanah dan udara secara berkala. Terkait kurangnya sumber air baku, diupayakan dengan pembangunan waduk, embung dan bendungan. Terkait masih rendahnya PAD, diupayakan dengan penarikan retribusi dan penyertaan modal pada investor kawasan.

Kesiapan Lahan dan Dukungan Infrastruktur

Kesiapan lahan masih berupa rencana kawasan peruntukan industri, dengan kondisi eksisting masih berupa kebun campuran seluas 35.35 Ha, ladang/tegalan palawija 277.20 Ha, permukiman 393.58 Ha, sawah irigasi 903.18 Ha dan tambak polikultur Ha yang meliputi Kecamatan Losari, Kecamatan Tanjung, dan Kecamatan Bulakamba. Dengan dukunguan infrastruktur Jalan Tol Trans Jawa dengan sejumlah exit tol yang tersedia, yaitu exit tol Pejagan, Brebes Barat dan Brebes Timur; Jalan Nasional Pantura Cirebon-Semarang; Jalan Nasional Tengah Pejagan-Prupuk; Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal (dalam pengerjaan); Jalan Rel Cirebon-Semarang; Pelabuhan Tegal dan Cirebon; PLTU Batang (dalam pengerjaan); Gardu Induk Tanjung (dalam pengerjaan); Waduk Penjalin dan Malahayu, dan beberapa infrastruktur yang terus diupayakan.

Kesiapan Masyarakat Brebes Hadapi KIB

Kesiapan-kesiapan yang terus diupayakan guna mewujudkan KIB tentu harus sejalan dengan kesiapan masyarakat Brebes yang tentunya akan menjadi stakholders paling terkena imbas dari pengembangan KIB, entah menguntungkan atau justru merugikan. Pasalnya masyarakat Brebes yang harus memikul kenyataan dan perubahan yang pasti mengingat wilayahnya harus beralih fungsi dari pertanian menjadi kawasan industri.

Baca juga: Bom Waktu Kawasan Industri Brebes 

Kendati demikian, permasalahan ini sulit untuk kemudian dijawab. Pasalnya berdasarkan data Badan Pusat Statistika Kabupaten Brebes mengenai “Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Ijazah Tertinggi yang Dimiliki, Kabupaten Brebes, 2019” hasilnya jauh dari angka produktif. Data menunjukan masyarakat Brebes tanpa ijazah menyentuh angka 29,45%, Sedangkan berijasah SD sejumlah 32,18%, untuk masayarkat berijasah SMP sejumlah 20,77%, untuk masyarakat berijasah SMA sejumlah 8,56 %, untuk SMK sejumlah 5,44 %. Data tersebut merupakan data masyarakat produktif.

Itu artinya, kesiapan masyarakat dengan pasar industri hanya berkisar pada angka 10% dari jumlah penduduk kabupaten Brebes, mengingat kebutuhan pasar industri paling tidak berijasah SMA/SMK. Dengan konsekuensi-konsekuensi yang ada siapkah Brebes dijadikan kawasan industri?

Related posts