Selamat Jalan Didi Kempot, Musisi Jawa yang Konsisten dalam Berkarya
Tokoh

Selamat Jalan Didi Kempot, Musisi Jawa yang Konsisten dalam Berkarya 

Kabar duka datang dari dunia musik tanah air. Penyanyi Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/5).

Berdasarkan informasi yang diterima rembes.net, Didi mengembuskan napas terakhir di Solo. Pria bernama asli Dionisius Prasetyo ini meninggal di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Jenazah saat ini masih berada di rumah sakit.

Meninggalnya Didi Kempot merupakan kehilangan yang mendalam bagi banyak orang. Pasalnya ia dikenal sebagai musisi Jawa yang konsisten dalam berkarya dan berhasil menghembuskan semangat di lintas generasi meski menyoal patah hati.

Mengenang Karir Didi Kempot

Dipantau Solopos.com melalui channel Youtube Hook Space atau Ruang Ngibul, Rabu (4/9/2019), Didi Kempot memulai kariernya pada 1984 sebagai pengamen. Bermodalkan ukulele dan gendang, penyanyi kondang Didi Kempot mulai mengamen di kota kelahirannya Solo, Jawa Tengah, selama tiga tahun (1984-1986).

Setelah menjalani kehidupannya sebagai pengamen di Solo, Didi Kempot mengadu nasib ke Jogja. Didi Kempot menjadikan Malioboro sebagai tempat unjuk kebolehan. Selama itu, Didi Kempot menyanyi lagu keroncong dangdut (congdut) yang kemudian dikenal masyarakat dengan musik campursari.

Baca juga: Memperjuangkan Nasib Buruh Perempuan Ditengah Kontroversi Omnibus Law RUU Cika 

Pada 1988 penyanyi campursari asal Solo tersebut mulai menginjakkan kaki di Jakarta. Dilansir Okezone, Didi Kempot kerap berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen. Nah, saat inilah julukan Kempot yang merupakan kependekan dari kelompok pengamen trotoar terbentuk.

Tuah lagu Cidro

Sembari mengamen di Jakarta, Didi Kempot dan temannya mencoba rekaman. Kemudian, mereka menitipkan kaset rekaman ke beberapa studio musik di Jakarta. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya mereka berhasil menarik perhatian label Musica Studio. Tepat di 1989, Didi kempot mulai meluncurkan album pertamanya. Salah satu lagu andalan di album tersebut adalah Cidro.

Lagu Cidro diangkat dari kisah asmara Didi Kempot yang gagal. Jalinan asmara yang ia jalani bersama kekasih tidak disetujui oleh orang tua wanita tersebut. Itulah yang membuat lagu Cidro begitu menyentuh hingga membuat pendengar terbawa perasaan. Sejak saat itulah Didi Kempot mulai sering menulis lagi bertema patah hati.

Dihimpun melalui channel Youtube SuaraVid Present, perjalanan karier Didi Kempot tak berhenti di situ saja. Pada 1993, penyanyi asal Solo tersebut mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname, Amerika Selatan. Lagu Cidro yang dibawakan sukses meningkatkan pamornya sebagai musisi terkenal di Suriname.

Setelah Suriname, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di benua Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul Layang Kangen di Rotterdam, Belanda. Kemudian, Didi Kempot pulang ke Indonesia pada 1998 untuk memulai kembali profesinya sebagai musisi. Tak lama setelah pulang kampung, pada era reformasi, 1999, dia mengeluarkan lagu Stasiun Balapan.

Baca juga: PON Ditunda, Para Atlet Tetap Melakukan Persiapan Matang untuk PON Tahun Depan 

Kembalinya Didi Kempot ke Indonesia ternyata membuat kariernya semakin moncer. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya lagu-lagu baru di awal 2000-an. Dilansir Wikipedia, beberapa lagunya adalah Plong (2000), Ketaman Asmoro (2001), Poko’e Melu (2002), Cucak Rowo (2003), Jambu Alas (2004), dan Ono Opo (2005).

Nama Didi Kempot kembali meroket setelah mengeluarkan lagu Kalung Emas pada 2013 lalu. Kemudian pada 2016, penyanyi asal Solo tersebut mengeluarkan lagu Suket Teki. Lagu tersebut juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari warga Indonesia.

Idola kaum milenial

Perjalanan karier Didi Kempot yang berliku hingga mencapai kesuksesan seperti saat ini tidak membuatnya sombong walau sudah menjadi idola generasi milenial yang akrab dengan media sosial.

Sebagai penyanyi senior, Didi Kempot memperlakukan penggemar layaknya sahabat. Dia bahkan tidak ragu mengajak penggemarnya bernyanyi bersama di panggung. Dia juga sering memberikan motivasi kepada penggemarnya agar tidak menyerah untuk berkarya agar sukses.

Meskipun kini Didi Kempot sudah meninggal dunia, namun karyanya akan tetap hidup abadi selamanya. Selamat jalan Didi Kempot, musisi jawa yang konsisten dalam berkarya.

Related posts