Sejarah Asal-Usul Bangsa Indonesia; Pendatang atau Penghuni Asli?
Opini

Sejarah Asal-Usul Bangsa Indonesia; Pendatang atau Penghuni Asli? 

Asal-usul bangsa Indonesia memang selalu menarik untuk dibahas. Bukan hanya masih banyak anak bangsa yang belum mengetahui asal muasal nenek moyangnya sendiri, namun lebih jauh dari itu yakni menyangkut pemikiran, sikap, tindakan, dan kepribadian dalam berbangsa.

Di sekolah, kita mendapat pelajaran jika asal-usul bangsa Indonesia dari Yunnan. Yunnan saat ini adalah sebuah provinsi di Tiongkok dengan penduduk suku-suku kecil Tionghoa. Teori ini dikemukakan oleh ahli sejarah asal Austria, Robert Barron von Heine Geldern. Robert mengkaji berdasarkan kemiripan kebudayaan megalitik masyarakat di wilayah Yunnan dengan kebudayaan megalitik di wilayah Asia Tenggara dan beberapa wilayah di bagian Pasifik atau dikenal dengan kebudayaan Austronesia.

Selanjutnya, Menurut Prof. Dr. H. Kern (Ilmuan Asal Belanda) menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Kern berpendapat bahwa bahasa-bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia memiliki akar bahasa yang sama yaitu bahasa Austronesia. Kern menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia berawal dari satu daerah dan menggunakan bahasa Campa. Tetapi pendapat ini disangkal oleh K.Himly dan P.W. Schmidt berdasarkan perbendaharaan bahasa Campa.

Ada juga yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia Tenggara. Pendapat ini dikemukakan oleh Max Muller, namun alasan Muller tidak didukung oleh alasan yang jelas. Belum lagi pendapat Willem Smith, Hogen, dan lainya yang mengatakan nenek moyang bangsa Indonesia adalah pendatang.

Pendapat-pendapat Geldern, Kern, Himly, Schimdt, Muller, Smith, dan Hogen yang selalu disuguhkan pada kita, padahal mereka juga yang selalu silang pendapat sampai membingungkan kita. Memang, masing-masing berpendapat berdasarkan sudut pandang yang berbeda. Menyelidiki asal-usul bangsa Indonesia dari persebaran bahasa, ada pula yang melihatnya dari persebaran peninggalan artefak-artefak (Logam, Tulang dan Benda-Benda Rumah Tangga) atau fosil-fosil manusia purbanya. Akan tetapi kita juga harus berani mengambil sikap untuk menentukan dan kritis dalam berpikir ulang karena setiap sejarah pasti ada orang yang memutar balikkan fakta dengan pintarnya demi keuntungan pribadi maupun golonganya. Berpikir ulang dan kritis misalnya bagaimana orang-orang diluar bangsa kita menjadi rujukan dalam belajar sejarah mengenal asal-usul bangsa Indonesia yang menyangkut pemikiran, sikap, tindakan, dan kepribadian dalam berbangsa.

Sejarawan Indonesia, Prof Muhammad Yamin bahkan menentang teori-teori yang dikemukakan diatas. Muhammmad Yamin menyatakan bahwa semua fosil dan artefak lebih banyak dan lengkap di Indonesia dari pada daerah lainya di Asia misalnya temuan fosil Homo atau Pithecantropus Soloensis dan Wajakensis yang tak ditemukan di daerah lain termasuk Indocina (Asia Tenggara).

Menurut pandanganya orang Indonesia ialah asli berasal dari wilayah Indonesia yang dahulu bernama Nusantara. Ia bahkan meyakini bahwa ada sebagian bangsa atau suku di luar negeri yang berasal dari Indonesia.

Sangat menarik jika kita mengacu pada Muhammad Yamin. Kita diajak untuk lebih percaya bahwa kita bukanlah pendatang. Kita adalah penghuni asli tanah Nusantara. Oleh karena itu, sangat aneh apabila ada sekelompok orang yang membuat rusuh di tanah hunianya sendiri seperti melakukan serangan bom bunuh diri, semakin banyak orang memakai narkoba yang membuat rusak generasi bangsa, korupsi terus menerus, pelecehan seksual, pembunuhan, dan yang terus meneriakkan keributan bangsa asing tanpa memberi solusi.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda semua, terimakasih banyak atas kunjunganya.

Related posts