Rindu Kasih
Seni dan Budaya

Rindu Kasih 

Rindu Kasih

Bising petir dan gemuruh angin kencang
Mengiringi hujan amat lebat
Yang dicurahkan dari langit
Telah mengoyak kesunyian malam buta

Malamku mungkin tak lagi sunyi
Namun rinduku kian membara
Tubuhku memojok dalam ruang kerinduan
Berdiam seraya memainkan ilusi untuk menyapa mu

Pekik dalam hati menyebut eloknya namamu
Hati siapa yang tidak tercabik
Rindu yang kerap datang di pintuku
Tak jua terdengar oleh mu

Jemariku terus mendekap rindu
Dengan secercah harapan
Kita bisa berjumpa dalam nyata
Dan mendobrak semua ilusi

Baca juga: Cinta dan Mencintai: Bantahan Dua Opini (Ndopok Tentang Cinta)

Related posts