Pengaruh Kedatangan Bangsa Norman Perancis Terhadap Bahasa Inggris
Sinau

Pengaruh Kedatangan Bangsa Norman Perancis Terhadap Bahasa Inggris 

Kedatangan bangsa Norman ke Inggris rupanya telah mengubah perkembangan bahasa Inggris. Norman merupakan asal nama dari wilayah Normandia di Prancis utara. Bangsa Norman memainkan peran politik, militer, dan budaya yang penting di Eropa pada abad pertengahan. Mereka terkenal karena semangat berperangnya.

Awalnya Pada abad pertengahan (1066-1485), bangsa Norman yang telah bermukim dan menetap di Prancis datang ke Britain untuk menaklukan dan merebut Inggris dari bangsa Anglo-Saxon (bangsa yang telah menduduki Inggris pada awal abad pertengahan). 

Pada tahun 1066, bangsa Norman yang dipimpin oleh Raja Normandia William II, Duke of Normandy (William sang penakluk) berhasil menaklukan Raja Harold yang berkuasa pada saat itu. Setelah kematian Raja Harold, akhirnya William berhasil menjadi seorang raja baru di Inggris, dan menetap di Inggris.

Baca juga: Memantapkan Pemuda, Mengorganisasikan Gerakan 

Pada masa kepemimpinannya di Inggris, penggunaan bahasa Prancis dan bahasa Inggris digunakan secara bersamaan dalam kehidupan sehari-hari, dan penggunaan kedua bahasa ini berlangsung selama lebih dari 300 tahun. Bahasa Prancis pada saat itu banyak digunakan oleh orang berpendidikan dan kaum elit sedangkan bahasa Inggris sendiri digunakan oleh orang yang tidak berpendidikan atau rakyat jelantah. Meski bahasa Prancis tersebut hanya digunakan oleh kaum elit, tentu saja sudah mempengaruhi bahasa Inggris kuno (Old English).  

Berikut dua contoh pengaruh bahasa Prancis terhadap bahasa Inggris yaitu terkait ejaan dan kosakatanya.

Ejaan dalam Old English mengalami perubahan setelah adanya invasi Norman, contoh ejaan bahasa Inggris yang dipengaruhi oleh bahasa Prancis yaitu bunyi / Ø / dan / ð / dimana sekarang dieja sebagai th , bukan dieja seperti pada huruf old English þ dan ð, hal ini karena huruf tersebut tidak ada dalam bahasa Prancis. Kemudian k dalam kata knee, knife, knead, knock, kneel pada old English dilafalkan, dan sekarang k dalam kata tersebut sudah dihilangkan atau tidak dilafalkan meski ejaanya tetap sama. 

Selain itu, kosakata dalam bahasa Prancis juga telah mempengaruhi kosakata old English, contoh kosakata bahasa Prancis yang masuk ke dalam bahasa Inggris tanpa mengalami perubahan bentuk huruf di antaranya: association, grand prix, bureau. Sedangkan kosakata bahasa Prancis yang masuk ke dalam bahasa Inggris yang mengalami perubahan bentuk kata di antaranya:  bouef (beef), hôpital  (hospital) , poulet (poultry) , forêt (forest).

Baca juga: Islam dan Dunia Literasi

Related posts