Pemkab Brebes Memang Paling ‘Lemot’, Jadi Jangan Berharap Lebih
Ngresula

Pemkab Brebes Memang Paling ‘Lemot’, Jadi Jangan Berharap Lebih 

Hingga saat ini upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 terus dilakukan mulai dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten atau kota. Jauh sebelum keadaan serumit dan sekacau seperti sekarang ini Pemprov Jakarta mengawali diri dengan respon cepat, yaitu menutup seluruh tempat wisata. Sebagai Ibukota tentu langkah ini bisa kita apresiasi mengingat Jakarta selalu jadi sorotan publik.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah daerah lainnya. Contoh saja Kota Solo dengan memberlakukan lockdown setelah ada warganya yang meninggal akibat pandemi ini, meskipun pada akhirnya Presiden Jokowi menghimbau agar satu suara dengan pemerintah pusat dan melarang pemerintah daerah melakukan locdown.

Beda dengan Pemkab lain, Pemkab Brebes masih belum terlihat berbuat banyak disaat semua daerah begitu masif melakukan berbagai cara dan inovasi. Mungkin juga Rembesmin bisa katakan tidak ada sama sekali sampai akhirnya Gubernur Ganjar Pranowo menyemprot Pemkab Brebes.

Mengutip dari panturapost.com, Ganjar Pranowo mengatakan hal itu lantaran Brebes dianggap lemot terkait pencegahan dan penanganan wabah virus corona. “Jangan bilang pasti dulu. Brebes ini paling lemot, ini aku berkali-kali karena Brebes butuh tindakan yang luar biasa. Pengelolaan pemerintahnya jangan biasa-biasa saja,” tegas Ganjar Pranowo saat teleconference terkait penanganan wabah corona bersama seluruh Pemkab atau Pemkot di Jawa Tengah, Senin (23/30).

Baca juga: Akankah 2020 Indonesia Krisis Moneter Ditengah Pandemi Corona?

Nampaknya Brebes memang selalu menjadi yang terbelakang, bukan hanya penanganan wabah virus corona saja, mulai dari segi ekonomi sampai pendidikan Brebes selalu betah dengan posisi terbawah. Hal itu senada dengan data BPS Jateng yang menyebutkan Brebes berada di urutan ke 33 Kabupaten termiskin dari 35 Kabupten/Kota di Jateng dengan angka kemiskinan 16,22 persen. Dari segi pendidikan pun tak banyak yang bisa dibanggakan, Brebes menunjukan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 64,86 persen, angka ini menunjukan angka terendah se Jawa Tengah.

Jika kita lihat Kabupaten/Kota tetangga, Brebes masih tidak mampu menunjukan sikap responsif terhadap permasalahan wabah corona ini. Contoh saja Kota Tegal, sejak tanggal 16 Maret lalu Walikota Dedy Yon sudah menutup tempat wisata Pantai Alam Indah (PAI) dan tempat wisata lainnya. Bahkan akhir-akhir ini Dedy Yon gencar turun ke lapangan mengingatkan warganya bahkan sampai pasang badan dan mengatakan siap fight jika ada tempat karaoke yang masih ngeyel.

Kemudian Kabupaten Banyumas yang sudah melakukan pengawasan di kecamatan-kemacatan perbatasan untuk memeriksa dan memantau setiap kendaraan yang akan masuk ke Kabupten Banyumas dengan mendirikan posko lengkap dengan ruang kecil pemeriksaan dan ambulans. Bahkan saking inofatifnya, Bupati Banyumas Achmad Husein mengolah ciu menjadi hand sanitizer untuk dibagikan secara gratis.

Soal penanganan corona memang bukan jadi beban pemerintah saja, tetapi butuh kerjasama seluruh elemen masyarakat. Tetapi Bupati Brebes Idza Priyanti seharusnya melakukan tindakan ataupun terobosan yang bisa membantu secara lebih dan berdampak langsung kepada masyarakat. Rembesmin awalnya memang sudah pesimis dengan hal itu, apalagi sosmed Ibu Bupati saja sampai kemarin tidak ada pemberitaan soal wabah virus corona ini. Permasalahannya adalah sudah sejauh mana Ibu Bupati melakukan hal-hal seperti di daerah-daerah lain? tidak perlu jauh-jauh melihat kota besar seperti Surabaya dan Solo. Dalam hal ini kita bisa lihat sendiri tetangga kabupaten kita lebih siap dan sigap.

Baca juga: Kerjasama dan Solidaritas Masyarakat atasnama Kemanusiaan, Kunci Pencegahan Covid-19

Ibu Bupati seharusnya tahu permasalahan virus corona ini nyata adanya, di depan mata, dan dirasakan sampai ke pelosok desa, apalagi para perantau yang tinggal di Jakarta. Jangan sampai Pemkab Brebes berlarut-larut dalam permasalahan ini, apakah iya permasalahan wabah corona ini seberat menurunkan tingkat kemiskinan di Brebes? Atau seberat menaikan tingkat IPM di Brebes?

Permasalahan corona tidak perlu hanya ditindak dengan acara seremonial semacam konsolidasi, sosialisasi, himbauan atau apapun namanya tanpa ada aksi nyata. Kegiatan semacam itu hanya akan membuang uang dan waktu saja. Sebagai pejabat berwenang di Kabupaten tercinta ini seharusnya Ibu Bupati bisa memanfaatkan sifat remojong warga Brebes ataupun bisa menggandeng komunitas ataupun ormas.

Kita tentu tidak terlalu mengharapkan Ibu Bupati Brebes bisa segesit Bupati atau Walikota lain, walaupun kalah start minimal Ibu Idza melakukan sesuatu dan langsung berdampak pada masyarakat. Perlu Ibu Idza ketahui pada nyatanya masih banyak warga-warga Ibu Bupati yang berada di perantauan khususnya mahasiswa-mahasiswi yang perlu Ibu Idza perhatikan. Jika di daerah saja Ibu Idza tidak bisa mengatasi apalagi sampai terfikirkan nasib-nasib perantau yang mencari kerja ataupun kuliah di luar kota! Huft.

Related posts