Ospek Online: Tantangan dan Persiapan
Opini

Ospek Online: Tantangan dan Persiapan 

Kegiatan masa pengenalan kampus pada umumnya ditujukan untuk mempersiapkan mahasiswa baru agar siap menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Kegiatan ospek juga merupakan kegiatan masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Mahasiswa berarti siswa yang agung atau besar.

Kegiatan masa pengenalan kampus biasanya diisi dengan kegiatan pemaparan materi-materi perihal informasi kampus, kepemimpinan, dan manajemen diri. Informasi kampus ditujukan agar mahasiswa memahami betul lokasi kampus, alur administrasi mahasiswa, dan bagaimana sistem manajemen kampus.

Materi kepemimpinan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang penuh dengan jiwa-jiwa kepemimpinan yang arif bijaksana. Disamping itu, latihan kepemimpinan dalam kegiatan ospek bisa juga digunakan sebagai ajang mencari mahasiswa yang unggul. Sedangkan materi manajemen diri biasanya ditujukan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa bagaimana mengatur kehidupan sebagai mahasiswa karena tentu pola kehidupan siswa dengan mahasiswa sangat berbeda. Mahasiswa biasanya dituntut dengan tugas yang sangat berat dan bervariasi.

Kemudian dalam ospek yang dilaksanakan secara offline/tatap muka, selalu ditemui banyak penjual pernak-pernik ospek seperti tali, buku, tas dari karung, dan lain-lain di depan kampus. Fenomena ini muncul karena dalam kegiatan ospek, biasanya mahasiswa mendapatkan tugas dari kakak tingkat mereka yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Tugas tesebut berkaitan dengan barang yang dijual di depan kampus sehingga mau tidak mau, mahasiswa pasti berbelanja kebutuhan tugas tersebut jika tidak ingin terkena “hukuman” dari pengospek.

Baca juga: Potensi Masalah Baru Dunia Pendidikan di Era Gaya Hidup Baru 

Jika kita kembali ke masa sebelum pandemi, dalam kegiatan ospek pasti selalu ada berita kekerasan terhadap mahasiswa baru. Baik itu kekerasan fisik, maupun kekerasan mental. Kekerasan fisik biasanya diberikan dengan memberikan hukuman kepada mahasiswa, bisa push up, lari, dan lain sebagaimanya, sehingga mahasiswa banyak yang merasa lelah secara fisik. Sedangkan kekerasan mental biasanya muncul dari bentakan-bentakan kakak tingkat mereka. Kedunguan seperti itu yang Rembesmin tentang.

Oleh karena itu, Mahasiswa baru tahun 2020 mungkin akan mengalami peristiwa yang berbeda dari kakak-kakak tingkatnya karena mahasiswa baru angkatan 2020 diprediksi akan menjalani masa pengenalan kampus atau ospek secara online di rumah masing-masing. Hal ini dimungkinkan karena sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menginstruksikan kepada semua perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan secara online di masa pandemi covid-19 ini.

Ospek online harus menjawab tantangan bagaimana mempersiapkan mental dan pengetahuan mahasiswa sehingga terjadi perubahan perilaku dari siswa menuju ke mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa untuk bisa memiliki rasa yang kuat terhadap perguruan tingginya . Tentu ini adalah tugas berat bagi perguruan tinggi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa mahasiswa akhir-akhir ini banyak mengeluh soal biaya paket data internet dan infrastruktur internet yang kurang merata ke daerah-daerah mahasiswa.

Perguruan Tinggi dalam menyelenggarakan ospek online harus paham betul bagimana merancang kegiatan ospek online yang tidak terlalu membebani mahasiswa, baik dari segi tugas-tugas yang diberikan dan durasi ospek online namun tidak mengesampingkan tujuan utama dari ospek tersebut sehingga pada akhirnya mahasiswa akan memiliki kompetensi yang sama baik atau bahkan lebih baik dari ospek offline yang cenderung dungu itu.

Baca juga: Insecure Itu Bukan Biar Dibilang Membumi Untuk Melangit! 

Related posts