Nasib Guru Honorer, Gaji Rendah Atau Menganggur
Rembes.net
Opini

Nasib Guru Honorer, Gaji Rendah Atau Menganggur 

Baru-baru ini Rembesmim agak tertarik membahas pernyataan Mas Ganjar soal pencabutan izin sekolah jika gaji guru honorer tidak setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di masing-masing Kabupaten atau Kota. Hal itu Mas Ganjar sampaikan ketika puncak peringatan Hari Guru Nasional, Sabtu (7/12) di Balairung Universitas PGRI Semarang.

Berbicara guru honorer, bagi sebagian kalangan sudah jadi hal yang sering dikhawatirkan mengingat gajinya yang tak seberapa, bahkan untuk sekedar membeli popok si bayi pun masih jauh dari kata cukup. huft. Rembesmin sering juga mendengar keluh kesah teman-teman guru honorer yang terpuruk akibat gaji tak seberapa namun kinerja dengan PNS harus tetap sama.

Jika rencana ini terealisasi mungkin akan lebih mensejahterakan guru-guru honorer, dan siapa sih yang gak mau lihat guru-guru kita sejahtera, apalagi kita tahu betul tugas guru tidaklah mudah yaitu mencerdaskan anak bangsa dan berpengaruh menentukan masa depan murid-muridnya.

Baca: Sekelumit Cerita Tentang Kota Kecil Bumiayu

Dengan UMK Brebes sebesar 1.665.850 tentu akan jauh lebih baik untuk kehidupan guru honorer, ya walaupun UMK di Brebes gak gede-gede amat, tapi seenggaknya cukup untuk memenuhi kebetuhan sehari-hari dan cukup buat memenuhi kebutuhan ngopi pagi. kerr.

Nah sebelum kita berangan-angan soal kesejahteraan guru honorer tentu kita harus memperhatikan beberapa hal demi kesejahteraan itu. Bagi sekolah negeri mungkin hal ini tidak terlalu jadi masalah karena sekolah negeri tentu mendapatkan alokasi dana yang pasti dari pemerintah.

Namun di sisi lain tidak bagi sekolah swasta. Sekolah swasta mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mana BOS ini besarannya juga tergantung pada jumlah siswa di sekolah tersebut. Tentu hal ini sangat memberatkan sekolah apalabila harus mengikuti kemauan Mas Ganjar ini, apalagi ancamannya tidak main-main yaitu pencabutan izin sekolah.

Baca: Ngunduh Wohing Pakarti, Filosofi Jawa Dalam ber-Etika

Mungkin jika Mas Ganjar memberlakukan kebijakan ini di sekolah-sekolah negeri bisa saja terealisasi, namun jika diterapkan disekolah swasta tentu ini akan jadi PR berat bagi yayasan atau pengelola sekolah, pasalnya yayasan atau pengelola pun juga tak bisa berbuat banyak mengingat pemasukan keuangan yang tak seberapa. Hal ini juga jadi dilematis karena satu sisi niat Mas Ganjar ingin meningkatka gaji guru honorer tetapi satu sisi ada pihak yang sangat berat untuk merealisasikan wacana ini.

Bayangkan saja apabila pencabutan izin sekolah ini dilakukan lalu siapa yang akan menaungi guru-guru honorer tersebut, secara sekolah sudah dibubarkan. Nah, jika sekolah dibubarkan lalu guru honorer ini malah jadi menganggur. Jadi lebih baik gaji sedikit atau menganggur? atau gaji banyak harus bersaing dengan guru-guru lainnya? kan bingung kan.

Jika memang itu perlu dilakukan menurut Rembesmin seharusnya Mas Ganjar juga harus memberikan solusi yang jos agar semua pihak tidak ada yang dirugikan. Dan Mas Ganjar jangan seenaknya sendiri mencabut izin sekolah, tentu sekolah-sekolah ini juga membantu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa kan. Sruputtttt.

Related posts