Menyoal Tren Gowes yang Kadang Bikin Jengkel Pengendara Lain
Ngresula

Menyoal Tren Gowes yang Kadang Bikin Jengkel Pengendara Lain 

Trend gowes atau bersepeda akhir-akhir ini muncul di Indonesia, jika tahun-tahun kebelakang kita hanya lihat orang-orang bersepeda dengan starter pack lengkap di perkotaan, kini di jalan-jalan desa pun sudah banyak kita jumpai bahkan sampai jalan setapak di persawahan.

Entah darimana awalnya trend gowes itu banyak digandrungi semua masyarakat Indonesia, entah karena memang mengisi waktu luang karena berbagai kegiatan yang dibatasi akibat pandemi, atau memang minat olahraga masyarakat Indonesia sedang bergairah? Kayaknya sih bukan itu.

Bagi sebagian kalangan mungkin menganggap bersepeda selain mengisi waktu bisa juga untuk berolahraga, ya semacam menyelam sambil minum air gitu. Tetapi dari trend gowes tersebut ternyata memang ada sebagian orang yang risih dengan kelakuan pesepeda-pesepeda dadakan yang tidak tahu aturan. Kalau ada yang bertanya apakah saya juga termasuk orang yang risih terhadap oknum pesepeda rese, jawabannya ya.

Jika kita melihat esensi dari bersepeda mungkin sudah barang pasti kegiatan bersepeda menyehatkan dan juga ramah lingkungan. Tapi bagaimana jadinya kalau ternyata kegiatan yang syarat manfaat dan juga positif itu harus ternodai oleh ulah rese oknum pesepeda?.

Bagi kalian para goweser’s mungkin menganggap lebay dengan tulisan ini, berlebihan dan ada juga yang bilang ‘iri bilang bos’. Tapi tanpa kalian sadari bahwa bersepeda tidak seenaknya sendiri, ada aturan-aturan tertentu, apalagi ketika berada di jalan raya.

Baca juga: Cara Hadapi Mantan yang Suka Bikin Ambyar

Kegiatan lalu lintas juga sudah di atur oleh undang-undang tepatnya UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Meski disitu tertuang aturan yang mengatur soal pesepeda tapi kita harus sadar betul bahwa jalur-jalur sepeda di jalan raya tidak semuanya ada, dan itupun hanya ada di kota-kota besar. Ya kalau saya mau bilang salahin aja pemerintahnya ya kan, jangan salahkan pengendara kendaraan bermotor.

Kita harus sadar betul bahwa jalan raya itu tak sebijak yang kita harapkan, kita bisa saling mengerti saling menghormati antar pengendara satu dengan lainnya. Tentu dijalan raya akan beresiko tinggi jika kita tidak bisa menjaga diri sendiri, yaitu dengan mematuhi peraturan yang ada.

Terakhir saya meminta maaf kepada teman-teman saya yang mulai suka dengan bersepeda. Tentu hal ini demi kebaikan bersama, jangan sampai teman-teman yang baru bersepeda merusak citra olahraga bersepeda dengan tindakan-tindakan bodoh seperti bersepeda beriringan samai mengganggu pengendara lain atau hal lain yang tidak mencerminkan layaknya berolahraga.

Kegiatan bersepeda tentu haruslah jadi nilai positif tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Karena dengan dengan bersepeda tentu akan mengurangi polusi udara akibat kendaraan bermotor, tapi sebagai makhluk yang berfikir tentu kita harus saling mengerti dan patuh terhadap aturan-aturan dan kebiasaan.

Baca juga: Keluarga Cerminan Suatu Bangsa 

Related posts