Menunggu Video Klarifikasi PPM UIN Jakarta Soal Pembatalan KKN-DR 2020
Ngresula

Menunggu Video Klarifikasi PPM UIN Jakarta Soal Pembatalan KKN-DR 2020 

Siapa sangka buntut dari wabah Covid-19 menyentuh jantung-jantung aktivitas pokok yang mau tidak mau, suka tidak suka harus diganti metode atau bahkan diberhentikan aktivitasnya. Tentu kondisi semacam ini perlu siasat yang tepat dan pemahaman situasi yang baik pula. Salah ambil keputusan, maka ambruk kesempatan, jangan sampai keadaan yang sudah pilu ini jadi nambah sesakitan gara-gara salah ambil langkah.

Seperti yang menimpa mahasiswa peserta KKN 2020 UIN Jakarta yang harus menghadapi kejanggalan sistem pendidikan di kampusnya, pasalnya melalui surat Edaran Rektor tentang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masa pandemi yang dipertegas dengan unggahan video YouTube terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) oleh Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) pada (20/6), mengharuskan mahasiswanya untuk tetap melakukan KKN di tengah kondisi yang carut marut ini, hanya saja dilakukan dari rumah masing-masing.

Sayang seribu sayang, ternyata KKN dari rumah yang diracik dengan apik oleh pihak PPM tidak mudah di terima oleh mahasiswa begitu saja, banyak kecam dan kata-kata negatif yang dilontarkan oleh peserta KKN 2020 pada unggahan YouTube PPM tersebut yang berisi mengenai penolakan KKN-DR 2020. Terbukti dari jumlah dislike pada video tersebut mencapai angka 2,1 ribu dari jumlah like yang hanya menyentuh angka 163 itupun mungkin berisi orang-orang PPM saja, hehe dan sebanyak 647 komentar negatif per hari ini (26/6).

Secara administratif KKN-DR 2020 dilaksanakan secara kelompok, namun secara praktis dilakukan secara individu di lingkungan masing-masing. Penugasan KKN-DR 2020 dilaksanakan dengan melaksanakan 2 atau 3 kegiatan pokok yang telah ditentukan mengenai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan penanganan dampak yang ditimbulkannya yaitu meliputi kegiatan penelitian dan problem solving. Sehingga segala bentuk pembiayaan dan kebutuhan KKN-DR 2020 dibebankan kepada setiap inidividu masing-masing sesuai dengan kegiatan yang telah dipilih oleh setiap kelompoknya.

Baca juga: Peranan Teknologi Informasi dan Komuniasi dalam Dunia Pendidikan 

Pelaksanaan KKN-DR 2020 sangat dikeluhkan para peserta KKN 2020, karena jika melihat fakta yang ada saat ini beberapa universitas yang sudah melaksanakan KKN-DR tetap melakukan pembagian kelompok yang anggotanya terdiri dari seluruh mahasiswa yang berada pada satu kota atau daerah yang sama, artinya antar anggota kelompok masih bisa saling menjangkau dan bisa melaksanakan KKN secara bersama-sama, sehingga pelaksanaan KKN pun bisa lebih mudah, dan tidak membebani secara individu.

Isu KKN tentang Covid-19 juga dinilai sudah basi, karena keadaan sekarang sudah kembali normal, masyarakat sudah berusaha damai dengan Covid-19, jadi untuk sebatas ingat-mengingatkan masyarakat sudah bukan fasenya, jadi kalau ditiadakan ya mending ditiadakan saja. Itulah rangkuman opini-opini penolakan KKN-DR 2020 yang berhasil Rembesmin dapat dari kolom komentar di video unggahan PPM UIN Jakarta perihal pemberitahuan KKN-DR 2020.

Banyaknya statement-statement negatif dari peserta KKN 2020 kira-kira PPM UIN Jakarta akan mengeluarkan video klarifikasi pembatalan KKN 2020 dan permohonan maaf seperti yang sedang marak di kalangan masyarakat Indonesia tidak ya? Biasanya kan sekali banyak kecam dan viral langsung dibuntuti video klarifikasi permohonan maaf oleh yang bersangkutan. Tapi sayangnya, untuk kasus ini hanya bisa berharap dari kemungkinan yang sulit terjadi macam mengharapkan seseorang yang sudah ada gandengannya, hiks.

Baca juga: Pengaruh Buruk Game Online Bagi Anak-anak

Related posts