Menjadi Lebih Baik Karena Ujian
Sinau

Menjadi Lebih Baik Karena Ujian 

Setiap manusia pasti akan mendapat ujian. Ujian dalam hal ini adalah berupa kesusahan, karena dalam keadaan susah kita cenderung merenung tentang kesalahan yang menyebabkan datangnya kesusahan dalam hidup.

Ujian nyata pada saat ini adalah datangnya wabah mematikan yang menimpa umat manusia di seluruh dunia. Banyak nyawa yang berguguran akibat wabah corona, wabah yang oleh banyak orang dikatakan datang dan berasal dari China.

Jauh sebelum datangnya wabah corona, Allah SWT telah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمُ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَ وَنَبْلُوَا أَخْبَارَكُمْ (٣١

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu.” (QS. Muhammad: 31)

Ayat di atas menyatakan bahwa Allah akan menguji umat manusia dengan tujuan untuk mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar dalam menghadapi ujian.

Baca juga: Pemberlakuan New Normal di Bidang Pendidikan Terlalu Memaksakan 

Di Indonesia, seluruh masyarakat hingga pemerintah telah menunjukkan jihad mereka dengan kesanggupan masing-masing. Dampak wabah corona ini meliputi kesehatan, ekonomi, dan sosial di segala aspek membuat banyak orang stress karena kurangnya bersabar meskipun berbagai ikhtiar telah dilakukan.

Demi membesarkan hati umat manusia, Nabi Muhammad SAW bersabda:

وعن أبي هريرة رضي اللّه عنه قال: قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم: مَنْ يُرِدِ اللّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبٍ مِنْهُ، رواه البخاري

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka diberikan cobaan kepadanya.” (HR. Bukhari)

Hadist ini merupakan nukilan dari bab sabar dalam kitab Riyadus Sholihin. Dalam hadist tersebut, Nabi Muhammad SAW yang merupakan rahmat bagi alam semesta beserta isinya mengingatkan kepada umat manusia semua bahwa Allah SWT akan memberikan cobaan dalam konteks sekarang kesusahan untuk menjadikan manusia lebih baik.

Semoga ujian berupa virus corona ini segera berlalu dalam arti kita semua mampu melewati atau berada dalam kondisi berbarengan dengan virus tersebut yang oleh kalangan elit disebut New Normal dengan kesabaran serta ikhtiar menjaga badan mulai dari makanan hingga kebersihan.

Sehingga ujian yang hingga kini masih belum berakhir dapat membersihkan kotoran-kotoran rohani dalam jiwa kita sebagai khalifah di bumi untuk menjadikan kita lebih baik dan menjadi manusia baru dalam mengelola kehidupan yang baru setelah atau bebarengan dengan wabah.

Baca juga: Soal Hadapi Haters, dr Tirta Harus Belajar Banyak dari Kekeyi 

Related posts