Meninjau Alasan Orang Mematikan Centang Dua Biru di WhatsApp
Ndopok

Meninjau Alasan Orang Mematikan Centang Dua Biru di WhatsApp 

Seseorang pernah bilang kepada saya, sebagai pelaku yang menonaktifkan centang dua biru di WhatsApp, katanya “kalau centang dua biru dinonaktifkan lagi ada masalah hidup”, maka Ia tak segan-segan menawarkan pertolongan kepada saya.

Setelah mendapat sentilan semacam itu, saya jadi berfikir apakah permasalahan menonaktifkan centang dua biru menjadi hal yang pelik dan patut dijadikan permasalahan? Setelah diselediki memang perihal menonaktifkan centang dua biru di WhatsApp pada masyarakat pengguna WhatsApp akan mendapat dua respon yang berbeda, pertama pasti orang-orang akan biasa saja, kedua akan merespon dengan kesal karena merasa akan mendapat PHP dan menerka-menerka sebenarnya pesannya sudah di baca atau belum sich!!

Untuk permasalahan yang terjadi, sebenarnya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan centang dua biru adalah hak bagi segenap pengguna WhatsApp, namun sebagai pelaku sosial tentu kita harus menerima respon apapun yang terjadi pada kita, entah itu baik atau pun buruk. Dari pada kadung kesal dan menerka-nerka sebenarnya motifnya apa sich kenapa sebagian orang menonaktifkan centang dua biru di WhatsApp, berikut alasannya:

Melindungi Orang-orang yang Sedang Menaruh Harapan.

Alasan pertama ini bagi saya pribadi sangat penting dan mendasar, orang-orang kadang sering luput bahwa ada hati yang menginginkan balasan atau ada seseorang yang menanti kita untuk terus mampir menjadi viewer story WhatsApp-nya namun terkadang kita tidak setiap detik memegang ponsel pastikan ngga selalu mampir di setiap story-storynya kan?. Nah untuk menghindari itu, sebagai bentuk sayang terhadap seseorang model begitu mending aja sekalian untuk menonaktifkan centang dua biru, jadi tidak dinanti kan?

Sampai sini semoga orang-orang paham, betapa mulia nya orang yang menonaktifkan centang dua biru nya di WhatsApp. Bukan sedang ada masalah melainkan menghindari seseorang agar tidak sakit hati dengan kita. Wkwkwk.

Baca juga: Ejekan Soal Suku Sebetulnya Masih Bisa Ditertawakan

Meminimalisir Hati Agar Tidak Kecewa.

Dengan menonaktifkan centang dua biru, secara otomatis kita pun tidak akan melihat apakah seseorang sudah membaca pesan kita atau belum, atau doi sudah melihat story kita atau belum. Nah untuk meminimalisir agar tidak menanti lebih baik tidak dilihat sama sekali bukan?.

Hal itu tentu untuk melindungi perasaan dari harapan besar untuk dapat balasan, ya biarpun penasaran setengah mati apakah pesannya sudah dibaca, kok nggak di balas-balas, tapi tentu perasaan itu kalah dengan rasa “lebih baik bersembunyi” dari peliknya permasalahan “kok doi nggak lihat-lihat story ku sichh?!!”.

Suka-suka.

Nah, untuk modelan terakhir sebenarnya agak ngeyel. Tipe-tipe ini pasti ketika ditanya alasannya kenapa menonaktifkan centang dua biru nya bakal jawab “suka-suka”. Lha wong WhatsApp-whatsApp saya kok maneh ikutan repot sich! Iya siii bener juga.

Untuk modelan ini,bagi mereka sebagai ajang privasi si pemilik WhatsApp, orang-orang tidak perlu tau aktivitasnya selama di WhatsApp, apakah sudah baca atau sudah menonton story, karena baginya kemerdekaan atas dirinya adalah hak yang setinggi-tinggi dirinya sendiri.

Nah, begitulah kiranya alas an mengapa orang-orang menonakktifkan centang dua biru nya di WhatsApp, pastinya berdasarkan survey dari beberapa teman yang menonaktifkan centang dua biru di WhatsApp yaaa. Jadi besok-besok ngga perlu repot-repot ngurusin apalagi ditanya “Lagi ada masalah hidup ya?” huft.

Baca juga: Obrolin Soal Asmara dan Pernikahan Artis Sama Sekali Gak Penting! 

Related posts