Malas Bangun Sahur, Bagaimana Agar Tetap Mendapatkan Berkahnya?
Sinau

Malas Bangun Sahur, Bagaimana Agar Tetap Mendapatkan Berkahnya? 

Setiap tiba bulan ramadan, terdapat beberapa kegiatan baru yang sebelumnya boleh jadi hampir tidak pernah dilakukan, salah satu diantaranya adalah makan sahur. Kegiatan makan sahur dilakukan umumnya mulai pukul dua hingga pukul empat dini hari atau sampai menjelang waktu imsak di masing-masing wilayah.

Biasanya, para kaum ibu akan menyiapkan makanan dengan sekadar menghangatkan lauk sisa waktu berbuka atau bahkan memasak dadakan agar lauk yang disajikan lebih segar dan menggugah selera.

Kegiatan makan sahur memang menjadi hal yang memalaskan bagi sebagian orang, sebab kita diharuskan untuk bangun tidur lebih awal, yang biasanya baru akan bangun sekitar pukul lima, enam dan bahkan seterusnya hingga terlewat melaksanakan shalat Shubuh, khusus pada bulan ramadan kita diharuskan untuk bangun sekitar pukul dua atau tiga dini hari.

Baca juga: Rasa Syukur Membuka Pintu Kenikmatan 

Sesuatu yang sebetulnya membuat enggan terutama bagi para mahasiswa dan kaum millenial lainnya yang terbiasa bangun siang sebab mungkin malamnya harus bergadang, entah untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, menyelesaikan pekerjaan, atau bahkan sekadar bermain game online dan berteleponan dengan kekasih. Tidak heran, beberapa di antara kita memilih untuk melewatkan momen makan sahur, atau sengaja makan sebelum tidur hanya sebab tidak ingin merusak nikmatnya tidur untuk bangun kembali guna makan sahur.

Namun, tahukah kamu bahwa ada berkah khusus di balik susah payahnya makan sahur tersebut? Tidak hanya agar dapat menahan rasa lapar di siang hari, makan sahur juga memiliki berkahnya tersendiri. Rasulullah Saw bersabda, “Makan sahur lah kamu, sebab di dalam makan sahur terdapat barokah”. Nah, artinya jika kamu sengaja melewatkan makan sahur maka kamu akan melewatkan berkah khusus yang terdapat dalam momen makan sahur tersebut. Lalu, bagaimana solusinya jika kita diharuskan tidur sedikit lebih terlambat dan tidak ingin bangun kembali untuk makan sahur setelah baru saja terlelap barang satu atau dua jam?

KH. Rifqi Muhammad Fatkhi, dosen sekaligus Ketua Jurusan Program Studi Ilmu Hadis UIN Jakarta, dalam suatu kesempatan ngaji online menuturkan bahwa boleh saja kita makan sebelum tidur, namun jangan lupa niatkan hal itu sebagai makan sahur, bukan sebagai makan malam biasa. Iya, kuncinya hanya ada pada niatnya, jika keinginan kita dalam hati hanya untuk makan malam biasa, maka kita tidak akan mendapatkan berkahnya makan sahur, begitu pun sebaliknya.

Baca juga: Dampak Corona, Sejumlah Mahasiswa Alami Kesulitan Selesaikan Skripsi 

Beliau juga mengatakan bahwa inti maksud dari sabda Nabi SAW tersebut bukan lah ada pada kegiatan makannya, bukan pada kegiatan makan untuk meredam rasa lapar di siang harinya, namun Nabi Saw ingin menegaskan bahwa ada barokah di dalam makan sahur, maka meski hanya dengan seteguk air, niatkan lah itu sebagai sahurmu. Sebaliknya, meski sebanyak apapun kita makan pada malam atau dini hari, jika tidak diniatkan sebagai makan sahur makan kita tidak akan mendapatkan berkahnya.

Niat makan sahur yang dimaksud bukanlah niat berpuasa seperti yang sudah kita hapal, melainkan sekadar sebuah bentuk kesengajaan dalam hati untuk menjadikan makan kita tersebut sebagai makan sahur. Niat berpuasa sebagaimana yang kita hapal seyogyanya dilakuan pada malam hari sebelum sahur, atau biasanya dibacakan setelah shalat Tarawih, jangan lewatkan hal itu.

Jadi, sah-sah saja yaa kalau Rembesiana ingin makan sahur sebelum tidur, sebab tidak ada syarat harus tidur terlebih dulu untuk makan sahur. Kuncinya hanya ada pada niatnya, maka selain tidak harus bangun lagi untuk makan sahur, kamu juga akan tetap mendapatkan berkah pahala dari makan sahur yang kamu lakukan meski sebelum tidur. Tapi, jangan lupa untuk tetap bangun melaksanakan salat subuh yaa, kita tentu tidak mau kebocoran pahala hanya sebab puasa ramadan tapi salat wajibnya terlewatkan.

Related posts