Luhut Tuntut Said Didu, Netizen Serukan Tagar #WeAllStandWithSaidDidu
Warta

Luhut Tuntut Said Didu, Netizen Serukan Tagar #WeAllStandWithSaidDidu 

Tagar #WeAllStandWithSaidDidu di Twitter kembali trending hari ini setelah sebelumnya berada di puncak pembicaraan pada Jumat (3/4/2020) sore. Hal tersebut merupakan respon netizen setelah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuntut Said Didu.

Netizen yang menyerukan dengan menggunakan tagar tersebut sebanyak lebih dari 39.000.  Sementara itu, Said Didu melalui akun Twitter-nya, @msaid_didu, memilih bergeming atas tuntutan tersebut.

Said Didu juga tak merespons konfirmasi yang dilakukan Rembes.net atas tuntutan Luhut tersebut.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan akan menuntut mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, atas pernyataan yang dianggap menyudutkan dirinya.

Hal itu merupakan buntut dari pernyataan Said Didu yang menyatakan Luhut dinilai mementingkan keuntungan pribadi saja tanpa memikirkan penanganan virus corona.

“Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf maka kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, melalui keterangan tertulis, Jumat (3/4).

Baca juga: Bupati Brebes Dinilai Tak Tegas, Mahasiswanya Bikin Gerakan Lawan Corona

Asal mula tuntutan ini terjadi dari kanal YouTube Said Didu Muhammad Said Didu yang diwawancarai Hersubeno Arief berdurasi 22 menit beberapa waktu lalu.

Dalam video tersebut, Said Didu menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) baru yang masih terus berjalan di tengah usaha pemerintah dan semua pihak menangani wabah Covid-19.

Said Didu mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memprioritaskan masalah kesejahteraan rakyat umum dan hanya mementingkan legacy.

Said Didu menyebutkan bahwa Luhut ngotot agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak “mengganggu” dana untuk pembangunan IKN baru dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara.

“Kenapa itu dilakukan karena ada pihak yang ngotot untuk agar anggarannya tidak dipotong, dan saya pikir pimpro (pimpinan proyek) pemindahan ibu kota, Luhut Pandjaitan, itulah yang ngotot agar anggarannya tidak dipotong. Sehingga, Sri Mulyani punya ide untuk menaikkan jumlah utang,” ucap Said Didu dalam video tersebut.

Baca juga: Penolakan Pemakaman Jenazah Positif Corona; Krisis Kemanusiaan atau Kesalahan Prosedur? 

Menurut rembesmin, lebih baik Luhut memberikan bantahan jika menilai pernyataan Said Diu tidak pas. Selebihnya biar masyarakat yang menilai benar dan salahnya.

Tindakan pelaporan tersebut tidak lain juga akan menyudutkan si pelapor. Karena isu akan bergeser menjadi pengekangan kebebasan berpendapat oleh penguasa.

Related posts