Kisah Inspiratif Raja Bisnis Brebes; Muhadi Setiabudi
Tokoh

Kisah Inspiratif Raja Bisnis Brebes; Muhadi Setiabudi 

Jika kalian masyarakat Bregas; Brebes, Tegal dan sekitarnya, tentu tidak asing dengan transportasi umum yang biasa digunakan ketika ingin pulang ke kampung halaman. Ya, transportasi tersebut berupa bus bernama Dedy Jaya.

Bus ini tidak asing dijumpai dikota-kota besar, khususnya di Ibu Kota Jakarta yang mungkin jika program pemindahan Ibu Kota akan terlaksana dalam lima tahun mendatang, Jakarta tidak lagi menjadi induk dari semua kota di Indonesia.

Tidak ada salahnya bukan jika kita mencoba untuk mencari tahu seputar kisah sukses pendirinya yakni Muhadi Setiabudi.

Muhadi Setiabudi yang bisa dibilang raja bisnis Brebes, dulunya dia hanya kerja serabutan. Jenjang pendidikan yang dilaluipun terbilang rendah, yakni hanya sampai lulus SMP. Dia juga dilahirkan dari keluarga petani.

Kesederhanan dalam hidup Muhadi memang telah tertanam sejak kecil. Dalam kondisi demikian, dia membantu perekonomian keluarga dengan berjualan es lilin keliling dari kampung ke kampung. Bahkan, pernah pula dia berjualan minyak tanah.

Bertahun-tahun Muhadi bekerja dengan pekerjaan yang tak jarang orang memandangnya dengan sebelah mata. Namun Muhadi menjalani semua pekerjaanya dengan senang dan sepenuh hati.

Kalau ingin hidup bergengsi, ya jangan gengsian, sepertinya kata itu yang cocok untuk menggambarkan karakter Muhadi. Dia bukanlah orang yang gengsian, hal ini dibuktikan saat ia menjalani pekerjaan sebagai penjual es lilin dan minyak tanah yang harus keliling dari satu kampung ke kampung lain.

Titik balik kehidupan Muhadi terjadi setelah ia memutuskan untuk menjalankan satu amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW yaitu menikah. Nabi Bersabda, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagimu”.

Sabda tersebut dibuktikan oleh Muhadi. Pada tahun 1981, ia menikahi wanita bernama Atik Sri Subekti. Benar, setelah menikah kehidupanya mulai membaik. Hal ini disebabkan setelah menikah ia baru mendapat petunjuk, dengan menemukan jalan untuk berwirausaha yang lebih menguntungkan.

Awal usaha yang dijalani setelah menikah adalah berjualan bambu. Usaha tersebut dibangun dengan modal yang dibeli dari uang tabungan yang telah dia kumpulkan. Usahanya lambat laun berkembang pesat dengan keuntungan mencapai 700% dari modal awal. Hal ini karena seringnya Muhadi mendapat pesanan dari pemborong bangunan, yang tentu dalam jumlah besar.

Belajar dari banyaknya pemborong yang kebanyakan adalah pengusaha bangunan, dia mulai tertarik untuk membuka usaha bangunan. Alhasil, berkat ilmu dan relasi yang mulai banyak itulah ia memutuskan untuk membuka toko bangunan.

Antusiasnya minat masyarakat untuk membeli keperluan bahan bangunan ditempatnya tersebut menyebabkan penghasilanya kian besar. Dari penghasilanya itu dia mulai berani untuk membuka bisnis-bisnis baru. Salah satunya bergelut di bidang bisnis transportasi yang berupa bus.

Bisnis transportasi bus tersebut ia namakan PO Dedy Jaya. Nama Dedy Jaya diambil dari nama putranya, yaitu Dedion Supriyono. Bisnis bus ini dia jalankan tidak lain karena ingin mengenang masa sulit pernah menjadi kondektur.

Selain memiliki bisnis bus Dedy Jaya, kini, Muhadi juga adalah pemilik kampus Muhadi Setiabudi, PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa, Mall Dedy Jaya yang dulu sempat Hits di Brebes dan Tegal, Hotel Dedy Jaya, Pabrik Cat, Rumah Sakit Dedy Jaya, Komplek Perumahan Dedy Jaya, SPBU dan berbagai usaha lainya. Hebat bukan?

Kesuksesan Muhadi didasarkan pada motto sang raja bisnis Brebes tersebut, “Masalah nasib urusan belakangan, yang terpenting adalah bagimana kerja kerasnya”.

Kisah sukses Muhadi Setiabudi ini bisa dijadikan inspirasi kita semua bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sebab, orang yang terlihat biasa saja dan sederhana seperti Muhadi ini sesungguhnya bisa jadi luar biasa di masa mendatang.


Related posts