Keluarga Cerminan Suatu Bangsa
Sinau

Keluarga Cerminan Suatu Bangsa 

Seperti biasa setiap tanggal 29 Juni Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas). Peringatan Harganas diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana sejak tahun 1949, tepatnya 29 Juni 1949.

Sejarah dari Harganas ini dimulai dari kembalinya para pejuang kemerdekaan kepada keluarganya. Karena tepat seminggu sebelumnya Belanda menyerahkan secara penuh kedaualatan Indonesia kepada bangsa Indonesia. Hingga pada tahun 2014 melalui keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai hari keluarga nasional dan bukan hari libur.

Momentum Harganas setiap tahunnya selalu membawakan misi yang berbeda, tetapi tujuan utamanya ialah menciptakan kesadaran dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia betapa pentingnya membangun pengetahuan tentang keluarga.

Pengetahuan-pengetahuan ini tentunya akan membangun sebuah pondasi keluarga yang harmonis dan juga keluarga yang dapat merencanakan kehidupan yang lebih baik. Peringatan Harganas ini bukan hanya sebuah seremonial yang wajib dilaksanakan setiap tahunnya, tetapi ada pesan edukasi yang harus disampaikan kepada masyarakat.

Peringatan hari keluarga sebenarnya bukan hanya dilakukan oleh negara Indonesia saja, beberapa negara menerapkan hal itu. Bahkan, perserikatan bangsa-bangsa (PBB) pun memperingati hari keluarga (family day) secara Internasional, yakni di bulan Mei, tepatnya 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional.

Mengingat beberapa negara secara internasional memperingati hari keluarga tentunya ini bukan hanya sekadar peringatan yang harus dilaksanakan saja. Tentu peringatan hari keluarga menjadi cara sebuah bangsa membangun bangsanya dari kelompok terkecil, yakni keluarga. Jika keluarga baik, akan baik pula suatu masyarakat, dan jika masyarakat baik maka bangsapun akan baik. Kemudian sebaliknya.

Keluarga adalah sebuah kesatuan sosial terkecil, maka semua yang berada di masyarakat baik itu interaksi, perilaku, dan tindakan sosial masyarakat semuanya berasal dari pendidikan yang di bangun di dalam kesatuan sosial terkecil ini. Kita sering mendengar bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi kita. Disitu kita diajarkan dari yang paling dasar, dengan harapan kita dapat bertindak dan bertutur sesuai dengan norma yang ada di dalam masyarakat secara lebih luas.

Baca juga: Menunggu Video Klarifikasi PPM UIN Jakarta Soal Pembatalan KKN-DR 2020 

Peringatan hari keluarga ini tentu mempunyai posisi strategis dalam membangun bangsa. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, keluarga merupakan titik sentral dari cerminan bangsa dan negara. Keluarga adalah penentu dari kualitas suatu bangsa, dan dari keluargalah lahir anak-anak yang cerdas, sehat, dan sejahtera. Tentunya ini akan sangat berdampak pada bangsa yang sehat, cerdas, dan sejahtera pula.

Dari keluarga karakter dan kebiasaan seseorang akan terbentuk. Tapi, ini tentunya perlu ada sikap yang tepat dari pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah untuk dapat memberikan sebuah kebijakan yang tepat kepada keluarga agar dapat berdampak baik kepada bangsa.

Untuk mencapai bangsa yang baik, tentunya keluarga sebagai kesatuan sosial terkecil mempunya fungsi yang dapat mewujudkan ketahanan keluarga hingga menuju ketahanan nasional. Ada delapan fungsi keluarga yang mana ini memiliki peran penting untuk mencapai ketahanan nasional itu.

Pertama, fungsi agama; keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan dan diajarkan.

Kedua, kasih sayang; kasih sayang yang diberikan dalam keluarga diharapkan kelak dapat menciptakan individu yang memiliki sifat penyayang terhadap manusia lainnya dan mengurangi munculnya bibit kebencian dalam konteks yang lebih luas yakni masyarakat.

Ketiga, perlindungan; keluarga menjadi tempat yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman, mengurangi tindak kekerasan yang berujung pada diskriminasi.

Keempat, sosial budaya; keluarga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi nilai-nilai sosial dan budaya yang harapannya dapat dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Pengaruh Buruk Game Online Bagi Anak-anak 

Kelima, reproduksi; selain tujuan dari keluarga untuk menciptakan sebuah keturunan tentunya keluarga mempunyai peran dalam memberikan edukasi seputar pendidikan seks dan ditanamkan dalam keluarga.

Keenam, sosialisasi dan pendidikan; seperti yang saya jelaskan sebelumnya, keluarga ialah sekolah pertama yang kita rasakan, di dalam ini segala pendidikan dapat diajarkan di dalam keluarga.

Ketujuh, ekonomi; keluarga dapat menjadi tempat untuk memberikan pendidikan finansial, menumbuhkan jiwa wirausaha yang dapat menciptakan kemandirian dalam hal finansial. Terakhir, pembinaan lingkungan; di dalam keluarga tentunya gaya hidup ramah lingkungan dapat juga ditanamkan sejak dini. Kebiasaan peduli dengan lingkungan dapat menciptakan individu yang dapat menghargai lingkungan.

Fungsi keluarga ini jika dilaksanakan dengan tepat tentunya akan membangun sebuah pondasi yang kuat untuk menciptakan ketahanan keluarga dan berdampak juga kepada ketahanan nasional. Walaupun di tahun ini pelaksanaan Harganas berbeda dengan tahun sebelumnya dikarenakan musibah pandemi Covid-19 tetapi tidak mengurangi dari esensi hari keluarga itu sendiri.

Dengan adanya Covid-19 ini pula kita dapat mengambil hikmah ialah menguatkan relasi di dalam keluarga dan masyarakat. Kebijakan tetap di rumah dapat dijadikan sarana untuk memperkuat 8 fungsi keluarga tadi. Dengan harapan semua edukasi dapat ditransfer dan dipraktikan secara riil kemudian menciptakan generasi yang tangguh.

Di akhir saya ingin menyampaikan di tengah kondisi seperti ini keluarga menjadi sebuah payung besar untuk memperkokoh dan menciptakan sebuah bangsa yang tangguh dengan hadirnya generasi yang tangguh. Keluarga menjadi salah satu dari tiga strata dalam hidup berbangsa dan bernegara, yakni kelurga, masyarakat, dan negara. Ketiganya tentu saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Baik secara vertikal maupun horizontal, keluarga yang dibangun dengan baik akan menciptakan sebuah keluarga yang harmonis dan dapat membangun sebuah masyarakat yang toleran dan menciptakan keamanan nasional. Dengan tumbuhnya sikap masyarakat yang toleran ini akan menghadirkan kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat yang saling mempengaruhi satu sama lain yang akan bermuara menciptakan sebuah bangsa yang tangguh.

Related posts