Kasus Covid-19 di Brebes Bertambah, Pembukaan Sekolah Hari Ini Batal
Warta

Kasus Covid-19 di Brebes Bertambah, Pembukaan Sekolah Hari Ini Batal 

Pasien Covid-19 di Brebes bertambah 6 orang hingga saat ini berjumlah 44 orang. Dua orang dari Kecamatan Paguyangan dan 4 orang dari Bumiayu. Hal itu berakibat dibatalkannya pembukaan sekolah di zona hijau kabupaten Brebes.

Pembukaan kembali sekolah setelah libur semester dan ditutup karena adanya pandemi Covid-19, rencananya akan dibuka di 13 kecamatan dari 17 kecamatan di Kabupaten Brebes, yaitu kecuali Kecamatan Bumiayu, Kecamatan Bantarkawung, Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Tonjong yang masih menjadi zona merah.

Keputusan untuk membuka kembali SMP di 13 kecamatan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 420/01618/ 2020 tentang Layanan Uji Coba Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka pada tahun 2020/2021 di masa pandemi COVID-19 di Brebes. Surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes itu menyebutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dimulai hari ini yaitu 13 Juli 2020.

Namun, pembukaan sekolah yang rencananya akan dibuka hari ini terpaksa dibatalkan karena adanya penambahan pasien Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes hanya merekomendasikan satu sekolah yang menjadi percontohan yakni SMPN 2 Brebes.

Baca juga: Mengenal Kale, Ratu Sayur dari Daratan Eropa 

Keputusan penundaan pembukaan sekolah disepakati berdasarkan rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes dan berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tanggal 9 Juli 2020 dengan nomor 420/01639/2020. Dalam surat itu, tertuang pembelajaran tatap muka hanya diperkenankan untuk SMP Negeri 2 Brebes sebagai ujicoba, kemudian untuk sekolah lain sementara ditangguhkan.

“Hasil rapat Gugus Tugas disepakati untuk ditunda, kecuali SMP Negeri 2 Brebes sebagai percontohan. Alasannya karena masih ada penambahan jumlah pasien COVID-19. Pelaksanaan kegiatan belajar di 13 kecamatan ditunda sambil mengevaluasi SMPN 2 yang disiapkan sebagai simulasi KBM,” kata Djoko Gunawan dilansir dari detik.com.

Djoko Gunawan selaku sekretaris gugus tugas percepatan penanganan covid-19 menyebutkan pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Brebes.

“Kita evaluasi dulu selama sepekan, nanti baru diputuskan apakah bisa dimulai apa tidak,” jelasnya.

Hari ini pun kondisi SMPN 2 Brebes sebagai sekolah percontohan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, siswa wajib pakai masker. Saat masuk ke sekolah, siswa terlebih dahulu dicek suhu. Untuk kemudian mencuci tangan pakai sabun sebelum masuk ke dalam kelas. Kondisi demikian akan terus dievaluasi untuk perkembangan pembelajaran tatap muka sekolah di Kabupaten Brebes.

Baca juga: Ospek Online: Tantangan dan Persiapan

Related posts