Jepang dan Kemajuan yang Patut diacungi Jempol
Sinau

Jepang dan Kemajuan yang Patut diacungi Jempol 

siapa sangka negara yang penduduknya padat itu bisa menjadi negara yang di perhitungkan geraknya. bahkan amerika sekalipun segan dan cemas dalam hal industri dan perdagangan. Jumlah penduduknya yang hanya separuh dari penduduk amerika dan sumber daya alam yang terbatas, jepang berhasil membangun kemajuan menjadi negara industri yang harus diperhitungkan dunia. Dalam bukunya Ezra F. Vogel: JAPAN AS NUMBER ONE “Lesson for America” atau dalam buku terjemahan Bahasa Indonesia JEPANG JEMPOL “Pelajaran untuk Amerika Serikat” yang diterbitkan oleh Sinar Harapan pada tahun 1982 banyak mencari jawaban tentang pandanganya terhadap negara yang membuatnya terkesan, negara yang cepat sekali bangkit dari keterpurukan, negara yang mempunyai kedisiplinan yang tinggi, dan negara yang patut diacungkan jempol itu.

Seperti yang banyak tertulis didalam buku sejarah, dalam perang Dunia II Jepang bertekuk lutut dihadapan sekutu, ujungnya adalah disaat pengeboman kota Nagasaki dan Hirosima pada tanggal 6 dan 9 agustus tahun 1945 hal ini sekaligus merupakan tahap berakhirnya perang Dunia ke II. Tetapi yang membuat heran dunia adalah negeri sakura itu bisa begitu cepat bangkit untuk membenahi dirinya sehingga termasuk golongan negara maju dengan kurun waktu yang dibilang mengejutkan.

Baca juga : Perlunya Meruntuhkan Segala Bentuk Diskriminasi

Vogel mencoba meneliti bagaimana cara jepang bisa menjadi negara yang maju, bahkan pantas diancungkan jempol. Ternyata jepang adalah negara yang tidak meninggalkan tradisi-tradisi kebudayaanya, Para pemimpinya selalu menyeleksi lembaga-lembaga yang cocok dengan negerinya, sehingga menjadi lembaga yang mempunyai manfaat baik dan berfungsi dengan efektif. Hasilnya adalah Jepang menjadi negara raksasa besar di dunia yang gerak geriknya diperhitungkan.

Memang jepang belum merupakan negara yang memimpin dunia dibidang politik dan kebudayaan. tetapi diberbagai bidang lain jepang berhasil menangani lebih banyak masalah pokok masyarakatnya sesudah zaman industri dari pada negara lainya walaupun, dengan sumber-sumber kekayaan yang terbatas.  Mengapa jepang dengan sumber daya alamnya yang terbatas membuat kemajuan yang sangat besar dalam menangani itu. yang nampaknya banyak negara yang mempunyai anugerah sumber daya alam bahkan di amerika sendiri sulit ditanggulangi?. Yang pertama Vogel menyelidiki bagaimana keistimewaan budaya masyarakat jepang seperti kerja keras, kesabaran, disiplin tinggi untuk diri sendiri, serta kepekaan terhadap orang lain untuk membantu sukses mereka itu adalah salah satu hal yang membuat jepang maju dengan cepat.

Baca juga : Terlatih Patah Hati

Walaupun didalam bidang kebudayaan jepang lebih menjadi salah satu hal yang diminati para pengamat negara dari pada bidang usaha. Jepang dijadikan pokok pelajaran oleh sebagian masyarakat amerika sebagai suatu peradaban yang mempesona dengan perjalanan sejarah yang menarik, dengan kesusasteraan yang pelik, juga adat istiadat yang ingin membangkitkan rasa ingin tahu dan pemikiran keagamaan yang medalam. Mungkin bisa dipahami bahwa orang-orang jepang karena terbiasa melihat keluar negeri untuk hal yang dapat dipelajari dan terus belajar, sedangkan orang amerika dalam dunia usaha terbiasa menjadi pengajar, maka dari itu tidak terbiasa untuk mejadi pelajar, yang tidak jarang membuat mereka buta terhadap pelajaran yang berguna. 

Didalam buku karya Vogel ini banyak hal positif yang bisa kita ambil dari kemajuan negara jepang. Baik untuk sisi pribadi bahkan baik untuk kemajuan bangsa Indonesia yang kita cintai. walaupun penulis membadingkanya dengan negara amerika serikat. Tetapi indonesia harus sesekali berkaca dengan jepang. Negara kita adalah negara yang sumber daya alamnya sangat kaya bahkan tidak jarang membuat iri negara lain. Apa yang salah dari negara kita sehingga kita tak kunjung menjadi negara yang maju? Padahal tahun paling buruk didalam sejarah jepang sama dengan tahun dimana kita menjadi negara yang merdeka. 75 tahun sudah terlewati, masihkah kita mengutuk sebuah penjajahan untuk mejadi sumber dari ketidak majuan negara? Ini adalah sentilan untuk kita semua yang baik untuk direnungkan. 

Related posts