Jangan Kolot, Temukan Dirimu Dalam Organisasimu!
Opini

Jangan Kolot, Temukan Dirimu Dalam Organisasimu! 

Dunia Mahasiswa memang sangat erat kaitannya dengan organisasi. Organisasi merupakan ruh bagi sebagian mahasiswa.

Mengapa sebagian? karena organisasi manapun tidak akan menjamin mahasiswa lebih bahagia, aman dan gembira hidupnya.

Sebagian mahasiswa kolot berkata, “Loh, memang kita harus keluar dari zona nyaman kan?”. Aneh, sudah nyaman ko keluar.

Keluar zona nyaman bukan berarti benar-benar keluar dari kenyamanan. Melainkan mencari zona yang lebih nyaman untuk melakukan sesuatu sehingga tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang sekitar.

Jika zona nyaman yang dimaksud kolot berarti harus mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya tanpa kenyamanan dalam melakukanya ya jadinya banyak kader-kader organisasi yang menghilang. Sebelum menghilang, mengeluh, meratapi, dan menyesali.

Baca juga: Ternyata Ka’bah Pernah Sepi Bukan Cuma Karena Corona Saja 

Pimpinan organisasi harusnya sering-seringlah melihat ke bawah, jangan ke atas terus meliputi kepentingan diri sendiri, eksistensi, dan pencitraan-pencitraan lain.

Pimpinan harusnya sadar bahwa dia tidak akan menjadi pimpinan jika tidak berawal dari yang dipimpinnya. Lihatlah sesering mungkin anggotanya, apakah dia kelaparan atau bahkan kekurangan biaya kuliah?

Sudah kelaparan dan kekurangan biaya kuliah malah disuruh ini dan itu, mengorbankan waktu, tenaga dan biaya dengan dalih keluar dari zona nyaman untuk membantu orang sekitar? bagaimana bisa membantu jika keadaan sedang payah? jangan kolot-kolotlah dalam berpikir.

Mari pikir ulang dengan menanyakan pada diri sendiri, untuk apa aku ikut berorganisasi? Untuk mengembangkan bakat, memperhalus cara berpikir dan lebih menata hati atau hanya menjadikan diri sebagai alat kepentingan pimpinan organisasi dengan bekerja seperti kerja rodi?

Jika ingin benar-benar mengembangkan bakat, cari ruang-ruang di organisasi yang kau sukai dan nyaman melakukannya. Dengan itu kau merasa bahagia melakukannya. Dan juga bisa jadi bekal investasi di dunia setelah lulus kuliah.

Baca juga: Toxic Relationship Yang Bikin Ketagihan 

Jangan bicara soal bagaimana menjadikan organisasi lebih baik dari sebelumnya, tapi tanyakan berapa presentase persen dirimu dalam organisasimu? maka secara otomatis bisa dinilai apakah organisasi akan membaik atau memburuk.

Kalau kau hanya kuliah, berapa persen kuliah dan berapa persen untuk organisasi? Jika kuliah sambil kerja? mulai beratlah. Jika kuliah, kerja, sambil menjabat pimpinan organisasi? kerrrr makan tu keluar dari zona nyaman.

Organisasi yang baik adalah yang dengannya mampu membentuk seseorang menjadi apa yang ia inginkan dan berdampak pada masa depannya kelak.

Jadi, jangan kolot. Temukan dirimu dalam organisasimu. Kalau dalam sepak bola, apakah kau ini kiper, bek, gelandang, atau penyerang? jika sudah menemukan, gelutilah sampai jadi ahli.

Dunia organisasi saat ini kan tidak peduli akan bakat dan kemampuanmu. Yang seharusnya kemampuannya hanya anggota, dicitrakan untuk dikampanyekan sebagai pimpinan. Ya berantakanlah perjalanan dan arah organisasi itu.

Jangan kolot, temukan dirimu dalam organisasimu!

Related posts