Jangan Ajak Ngobrol Orang Brebes Pakai Dialek Jawa Non Ngapak!
Ndopok

Jangan Ajak Ngobrol Orang Brebes Pakai Dialek Jawa Non Ngapak! 

Bagi orang Brebes yang babarblas nggak ngerti dialek Jawa non ngapak atau Jawa Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, Pantura Timur dan lainnya pasti jadi beban tersendiri kalau diajak ngobrol sama lawan bicaranya yang non Ngapak. Tak sedikit memang yang beranggapan bahwa dialek ngapak itu unik bahkan terkesan kocak dalam pengucapannya.

Bahasa Jawa sendiri memang bermacam-macam dialeknya, seperti yang saya sebutkan diatas. Yang saya alami sendiri sebagai orang ngapak Brebes rasanya kalau orang Brebes itu ya bisanya pake dialek ngapak tok, selebihnya ya cuma bisa “iya iya” doang. Berbeda jika saya perhatikan obrolan teman saya yang orang Pekalongan dan orang Yogyakarta misalnya, walaupun beda dialek yaa masih agak nyambung dan enak di dengar gitu.

Belum kelar urusan dengan dialek jawa yang akehe pol. Orang Brebes sendiri punya dua bahasa daerah untuk kesehariannya, yaitu bahasa jawa ngapak dan sunda. Yes, sebagian kecamatan di Brebes memang berbahasa sunda, sedikitnya ada 7 kecamatan yaitu Salem, Bantarkawung, sebagian Banjarharjo, sebagian Ketanggungan, sebagian Larangan, sebagian Losari dan sebagian Tanjung.

Baca juga: Saran Untuk KAMI Agar Menarik Diikuti

Keberadaan bahasa sunda di Brebes tidak terlepas dari posisi geografis Kabupaten Brebes yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Jawa Barat yang notabenenya berbahasa sunda, yaitu bagian barat Kabupaten Kuningan dan bagian selatan Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) yang juga sebagian berbahasa sunda.

Tidak hanya soal letak geografis, bahasa sunda di wilayah selatan Kabupaten Brebes juga erat kaitannya dengan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Galuh. Konon wilayah selatan Kabupaten Brebes menjadi tempat pertempuran antara Kerajaan Galuh dan Kerajaan Majapahit, yang mana akhirnya banyak prajurit Kerajaan Galuh banyak yang tinggal di wilayah Brebes Selatan dan membangun pemukiman. Singkatnya begitu.

Terlepas dari sejarahnya, bahasa di Kabupaten Brebes memang unik. Hal ini tentu menjadi tuntutan sendiri bagi warga Brebes agar bisa memahami kedua bahasa yaitu Jawa Ngapak dan Sunda. Yaa meskipun kita masih bisa pakai bahasa Indonesia kan.

Baca juga: 10 Cara Atasi Kesepian

Tapi untuk memakai bahasa Indonesia tentu bukan hal yang mudah bagi masyarakat totok yang gak pernah bersinggungan dengan dunia luar selain pasar. Banyak warga masyarakat yang akhirnya terpaksa menggunakan bahasa aslinya untuk keperluan birokrasi.

Sebagai contoh di Kecamatan Ketanggungan ketika warga berbahasa Sunda ada keperluan birokrasi di Kota Kecamatan seringkali berkomunikasi tidak memakai bahasa Indonesia tapi memakai bahasa sunda. Karena memang masih banyak yang belum bisa berbahasa Indonesia khususnya orang tua yang jarang berkomunikasi dengan dunia luar.

Kalau masyarakat Brebes aja masih kesulitan untuk memilih berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda atau Ngapak Brebesan gimana jadinya kalau diajak ngobrol dialek Jawa non Ngapak?. Bisa-bisa tambah ruwet. Mungkin memang betul kalau bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bangsa, tapi jangan pake Lu Gue juga ya, nanti kentara banget medok nya. Hehehe

Related posts