Insecure Itu Bukan Biar Dibilang Membumi Untuk Melangit!
Ndopok

Insecure Itu Bukan Biar Dibilang Membumi Untuk Melangit! 

“Kamu kan cakep, tinggi semampai, banyak talenta. Kok insecure sich!” Lah emangnya gak boleh?

Kata insecure kini tengah tren di kalangan masyarakat, sebagaian mengaku bahwa dirinya tengah mengalami insecure, hingga geraknya terbatas akibat perasaan itu. Emangnya insecure itu apasih nder?.

Insecure merupakan perasaan nggak tenang, nggak aman, merasa gelisah, serta takut akan suatu kondisi. Perasaan itu terjadi biasanya dilatarbelakangi karena malu, merasa bersalah, dan merasa tidak mampu.

Banyak hal yang membuat seseorang merasa insecure, diantaranya karena kurang diterima di circle pertemanan, selalu dibanding-bandingin di keluarga, tidak mendapat sekolah yang top dibanding teman-teman lainnya, belum mendapat pekerjaan yang baik daripada teman setongkrongan, dan masih banyak sekali hal-hal yang membuat insecure.

Perasan itu tentu tidak pandang bulu, siapa saja bisa mengalami. Karena perasaan insecure datang dengan tiba-tiba. Contoh kecil yang sering terjadi; merasa kurang cantik, merasa banyak jerawat dan nggak percaya diri.

Ternyata yang paling sering adalah penilaian negatif dari orang terhadap fisik kita yang menjadi penyumbang terbesar insecure muncul, tentu percaya diri kita akan sesuatu akan turun drastis karena komentar negatif itu.

Baca juga: Potensi Masalah Baru Dunia Pendidikan di Era Gaya Hidup Baru 

Tak jarang, orang yang merasa insecure dan nggak aman akan melakukan hal-hal brutal pada diri sendiri bahkan percobaan untuk mencelakai diri sendiri. Itu mengapa kita harus pandai menggunakan mulut dan jari untuk berkomentar negatif terhadap hidup seseorang.

Anehnya, ketika seseorang mendapati teman yang sedang merasa insecure malah dihakimi dengan kata “kamu kok nggak bersyukur banget, udah dikasih nikmat hidup nggak kurang apa-apa sama Gusti Allah masih insecure aja”.

Lah nder! Orang yang sedang merasa insecure itu berarti dia sedang meminta bantuan kepada kita, bukan malah dihakimi. Insecure bukan berarti kita tidak bersyukur hanya saja sedang merasa kurang aman. Huft!

Lalu bagaimana jika mendapati teman yang sedang insecure? Bantu agar terus merasa aman, temani, tenangkan, jangan malah bilang “kamu pasti biar dibilang membumi untuk melangit ya?” Lah nder, malah bikin pusing aja kamu tuch!

Sebelum asal bicara mending belajar dulu cara berbahasa yang baik mulai dari menyimak, membaca, berbicara dan menulis biar gak asal-asalan. Insecure bukan bentuk tidak bersyukur kok, juga bukan untuk mendapat pengakuan orang lain. Jangan sangkut pautkan masalah orang satu dengan lain itu sama ya!.

Semua orang pasti punya kekurangan, semua orang pasti pernah minder dengan pencapaian orang-orang di sekitar, dan juga pernah merasa nggak aman di lingkungan. Kalau ada teman yang lagi insecure plis jangan nambah beban!.

Baca juga: Kabupaten Brebes New Normal, Kita Bisa Apa? 

Related posts