Hari Raya Surga
Sinau

Hari Raya Surga 

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar… La illāha illallāhu Allāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhilhamd.

Takbir, tahmid dan tahlil bergema di seluruh dunia dalam merayakan hari raya Idul Fitri setiap tahunnya. Namun dari sekian banyak negara di dunia, mungkin Indonesia adalah negara satu-satunya yang mampu menggabungkan dua peristiwa secara bersamaan yakni agama dan tradisi dalam menyambut hari raya.

Apakah kalian pernah membayangkan muslim Arab mudik? muslim Amerika masak ketupat? muslim Australia takbir keliling?muslim di Afrika mendapat THR dan bagi-bagi Angpao? Muslim Eropa mengadakan halal bi halal? betapa indah bukan jika muslim di dunia menampilkan wajah Islam seperti apa yang telah ditampilkan oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Kawasan Industri Brebes Digadang-gadang Bisa Ungguli Vietnam 

Setelah itu kita juga akan membayangkan bagaimana muslim China membagi-bagi kue khas lebaran pada FPI wā akhwātuha sebagai tanda terimakasih karena sudah dibela matia-matian saat mereka ditindas di negaranya sendiri karena permasalahan SARA, begitu juga membayangkan Pemerintah Belanda mau datang untuk bersilaturrahim pada masyarakat Indonesia karena alasan sejarah, itu sangat luar biasa.

Meski semua itu khayalan, namun perlu diakui bahwa menggabungkan sebuah tradisi dalam beragama merupakan tingkat kreativitas tertinggi sebagai manusia dalam berbangsa, bernegara dan beragama. Masyarakat Indonesia begitu kreatif dalam menampilkan wajah Islam sebagai agama yang rahmatan lil ālamīn dalam hal ini.

Dengan tradisi yang demikian rupa indahnya itu kita layak bangga pada bangsa Indonesia. Bangga menjadi Indonesia adalah bangga menjadi Jawa karena ke-Jawaan-nya, bangga menjadi Sunda karena ke-Sundaan-nya, Bangga menjadi Madura karena ke-Maduraan-nya, Bangga menjadi Batak karena ke-Batakan-nya dan seterusnya. Namun, di atas itu semua kita patut bangga karena sudah diwajibkan oleh Allah SWT menjadi orang Indonesia meskipun dengan segala huru-hara pemerintahannya. Allāhu akbar Allāhu akbar.

Baca juga: Manuskrip Jawa Ilm Kalam 1: Tidak Berakal Orang yang Tidak Mengetahui Sifat-sifat Allah 

Maka momentum Idul Fitri di Indonesia merupakan momen baik untuk berbagi kedamaian dalam kehidupan yang luas sebagai sebuah bangsa, baik berbagi kedamaian dalam hidup berdampingan dalam suatu kehidupan bermasyarakat dengan kolaborasi tradisi dan agama yang dimilikinya.

Karena Islam di indonesia tidak hanya menawarkan keteduhan saja, Islam dengan tradisi masyarakatnya mampu menghadirkan suatu keindahan dalam tatanan kehidupan umat manusia yang tidak ada bandingnya di dunia. Jika diteruskan, maka Islam di Indonesia tidak lagi Islam yang kaffah, namun sudah menjadi Islam yang kaffatul kaffah. Jika perlu, kaffatul kaffatul kaffah bi islamihi.

Maka tidak berlebihan jika perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia adalah perayaan hari raya surga karena tidak hanya teduh, perayaannya juga menawarkan keindahan dalam beragama yang tidak dimiliki seluruh bangsa yang ada di dunia ini.

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar…

Related posts