Gus Iqbal: Pesantren Harus Diperhatikan Jika New Normal Diterapkan
Warta

Gus Iqbal: Pesantren Harus Diperhatikan Jika New Normal Diterapkan 

Pemberlakuan New Normal atau Normal Baru menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengatasi mandegnya kegiatan ekonomi yang menyebabkan perekonomian Indonesia tidak stabil. Bahkan hal ini juga berlaku bagi ekonomi dunia.

Namun sektor ekonomi bukan satu-satunya yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 ini. Salah satu yang terdampak adalah sektor pendidikan. Semenjak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia di berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga saat ini masih belum ada pengumuman terbaru menindaklanjuti perihal dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Pendidikan menjadi salah satu sektor penting yang harus diperhatikan akibat adanya pandemi ini, tidak menutup kemungkinan pemberlakuan New Normal ini berdampak pula pada kesiapan pembelajaran di lingkungan pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan pondok pesantren.

Baca juga: Menyambut Kehidupan Baru Bernama “New Normal” 

Hal itu senada dengan pernyataan Moch Iqbal Tanjung, Direktur Ponpes Modern Alfalah Jatirokeh Songgom Brebes. Gus Iqbal, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pemberlakuan New Normal harus memperhatikan pondok pesantren agar sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan.

“Pemberlakuan New Normal ini jangan sampai menambah kebingungan lagi di lingkungan pondok pesantren, pesantren harus diperhatikan. Pesantren harus disiapkan sedemikian rupa untum mulai proses belajar mengajar sesuai protokol kesehatan”, ungkap Gus Iqbal saat melakukan diskusi online di akun Instagram @rembes_net, Senin (1/6).

Gus Iqbal juga mengungkapkan bahwa kondisi pondok pesantren dalam menghadapi New Normal ini jauh dari kata siap. Ia menilai pondok pesantren khususnya di Kabupaten Brebes akan sangat keberatan jika harus mempersiapkan segala alat medis untuk pemberlakuan New Normal mengingat jumlah santri atau pelajar yang jumlahnya ribuan.

“Jumlah pesantren di Brebes itu ada ratusan dengan jumlah santri ribuan. Jika kami harus menyediakan alat medis sendiri dengan jumlah banyak akan sangat keberatan”, terangnya.

Baca juga: New Normal Segera Diterapkan, Bagaimana Nasib Pondok Pesantren?

Selain itu, Gus Iqbal yang juga anggota DPRD Kabupaten Brebes mengatakan pemerintah masih belum memperhatikan pondok pesantren khususnya di Kabupaten Brebes. Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD akan mendesak Pemkab Brebes agar mengalokasikan dana untuk pondok pesantren terkait pemberlakuan New Normal ini.

“Pemkab Brebes sejauh ini masih nihil untuk memperhatikan pondok pesantren. Untuk itu kami di DPRD juga mendorong Pemkab Brebes agar memberi dana untuk pondok pesantren terkait New Normal ini,” tegasnya.

Di akhir diskusi, Ia juga mengajak mahasiswa berpartisipasi mendorong Pemkab Brebes agar menyuarakan aspirasi masyarakat khususnya untuk lingkungan pondok pesantren.

“Selain berjasa di sektor pendidikan, pondok pesantren juga menjadi kekuatan ekonomi masyarakat di sekitaran pondok pesantren, banyak masyarakat yang menggantungkan ekonomi nya kepada pondok pesantren seperti pedagang-pedagang yang berjualan di lingkungan pondok pesantren. Untuk itu Saya mengajak untuk semua elemen masyarakat khususnya mahasiswa untuk menegur Pemkab Brebes agar memperhatikan pondok pesantren.” Ucapnya.

Related posts