Gunung Gora, Pesona Jalur Pendakian di Brebes
Seni dan Budaya

Gunung Gora, Pesona Jalur Pendakian di Brebes 

Sebagaimana kita ketahui, sebuah dataran tinggi bisa di beri titel gunung ketika ketinggiannya lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut (mdpl). Selebihnya yang memiliki ketinggian dibawah 2000 mdpl hanya di sebut bukit.

Namun ada juga beberapa bukit yang layak mendapat titel gunung. Biasanya karena medan dan perjalanan yang ditempuh menyerupai perjalanan pendakian gunung yang tingginya di atas 2000 mdpl.

Salah satunya adalah Gunung Gora dengan ketinggian 763 mdpl. Dilihat dari ketinggiannya, Gunung Gora kurang layak dikatakan sebuah gunung. Namun karena perjalanan menuju puncak yang menyerupai jalur-jalur pendakian gunung pada umumnya maka Gunung Gora masih pantas disebut sebagai gunung.

Terletak di Desa Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Gunung Gora memberikan pemandangan yang cukup memanjakan mata. Bahkan view dari Gunung Gora lebih menawan daripada camp area kalibaya yang notabenenya cukup terkenal di kalangan masyarakat Brebes.

Pemandangan Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo dari puncak Gunung Gora

Dari puncak Gunung Gora terlihat jelas bentangan luas Waduk Malahayu di sebelah utara, Gunung Slamet di sebelah timur, dan Gunung Ciremai di sebelah barat. Di malam hari kita juga bisa melihat eloknya lampu-lampu pemukiman warga di bawah atau bahkan jika beruntung kita bisa melihat indahnya langit dengan jutaan bintang yang hampir menyerupai milky way.

Gunung Gora masih sangat asri karena belum terlalu banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Bahkan masyarakat Brebes sendiri pun banyak yang belum mengetahuinya. Harga tiket masuk ke gunung gora terbilang murah, cukup membayar uang parkir kendaraan Rp.5000 untuk pendaki yang tidak menginap dan Rp. 15.000 untuk pendaki yang bermalam.

Jalur terdekat menuju basecamp adalah melewati Jalan Raya Slamet Riyadi atau bisa sering kita ketahui jalan arah menuju waduk malahayu. Waktu yang di tempuh untuk sampai ke basecamp dari perempatan Kersana kurang lebih 1 jam.

Jika anda berminat mendaki Gunung Gora dianjurkan pendaki menggunakan sepeda motor karena jalur menuju basecamp terbilang lumayan curam. Untuk pengendara mobil atau mini bus juga bisa langsung menuju basecamp, namun perlu keahlian mengemudi yang baik karena medan yang berkelok dan curam.

Baca juga: Kampung Budaya Jalawastu: Potret Harmoni Keragaman Budaya Dan Agama

Untuk pendaki luar kota, anda bisa menggunakan jasa kereta api Indonesia atau bus umum untuk sampai ke Kabupaten Brebes. Berikut rute menuju Gunung Gora untuk para pendaki dari luar kota:

Pendaki asal Jabodetabek
Opsi pertama ialah naik kereta Tegal Express dengan tujuan akhir Stasiun Tegal atau KA Tawang Jaya tujuan akhir Semarang dan turun di Stasiun Tanjung, Brebes (tgn) ongkos 50-150 ribu. Kemudian naik ojek ke terminal angkot Tanjung. Selanjutnya naik angkot berwarna biru kehijauan sampai tujuan akhir Terminal Pasar Banjarharjo (ongkos 10-20 ribu). Di Pasar Banjarharjo anda bisa berbelanja logistik untuk perlengkapan mendaki anda kemudian berjalan sedikit ke arah selatan dan mencari mobil pick up sayur untuk minta di antarkan ke basecamp (lobi-lobi sendiri aja pick up nya semoga dapet murah hehe).

Opsi kedua ialah naik bus tujuan Ciledug, Cirebon ongkos 70-150 ribu. Dari Terminal Ciledug lanjut ke angkot berwarna kuning dan turun di perempatan Pasar Kersana (10-15 ribu). Dari perempatan Pasar Kersana anda harus berganti angkot berwarna biru kehijauan tujuan akhir Pasar Banjarharjo (5-10 ribu). Sampai di Pasar Banjarharjo bisa menyesuaikan dengan opsi pertama.

Pendaki asal Semarang
Menggunakan jasa Kereta Api Indonesia Tawang Jaya tujuan akhir Jakarta dan berhenti di Stasiun Tanjung, Brebes (tgn) dengan ongkos 100-150 ribu. Kemudian sama seperti opsi dari pendaki asal Jabodetabek.

Pendaki asal Jogja
Menggunakan bus Citra Adi Lancar tujuan Cidahu, Kuningan dan turun di PO Kersana (Ketangguhan Barat) dengan ongkos 150-190 ribu. Dari PO Kersana anda akan berjalan sedikit ke barat ke arah perempatan pasar kersana. Selanjutnya menggunakan angkot biru kehijauan ke arah terminal pasar Banjarharjo (5-10 ribu). Setelah itu sama dengan opsi perjalanan mendaki dari Jabodetabek dan Semarang.

Baca juga: Tradisi Nyadran di Brebes Tetap Ada Meski Ditengah Pandemi

Related posts