Desa dan Peran Utama
Opini

Desa dan Peran Utama 

Keberadaan desa di Indonesia berbanding terbalik dengan keberadaan desa di negara-negara lain. Di Indonesia desa lebih diidentikan dengan tempat yang kumuh, tertinggal dan tidak mendapat perhatian. Hal ini tidak sama dengan yang terjadi di negara-negara lain, terutama di negara-negara maju seperti di Eropa, Amerika, Timur Tengah dan lain sebagainya. Di negara maju, desa adalah tempat yang asri, damai dan sejuk sehingga keberadaannya sangat diperhatikan. Seperti yang bisa kita lihat di televisi, film-film layar lebar atau bahkan kartun menggunakan desa sebagai tempat berlibur, beristirahat. Dianalogikan desa itu sebagai tempat yang paling pas untuk berlibur, mengistirahatkan diri dari padatnya kegiatan di kota.

Di Indonesia, negara yang disebut dengan negara maritim dan agraris seharusnya desa menjadi faktor utama yang harus diperhatikan pemerintah. Seharusnya dengan sebutan Indonesia sebagai negara agraris ini desa memiliki peran yang sangat penting bagi negara. Jika pemerintah lebih bisa memperhatikan dan memaksimalkan potensi desa-desa yang ada di Indonesia, Indonesia bisa menjadi semakin maju dan mandiri.

Dengan sedemikian luasnya wilayah Indonesia yang memiliki tanah yang subur, seharusnya kebutuhan pangan negara bisa dicukupi tanpa harus mendatangkan barang dari negara luar. Namun kebijakan pemerintah yang selalu mengimpor barang dari negara luar membuat hasil pertanian dalam negeri memiliki nilai jual yang rendah karena banyaknya stok barang yang tersedia. Turunnya harga jual ini membuat perekonomian di desa ikut menurun sehingga banyak desa mengalami ketertinggalan, baik dari segi ekonomi dan pendidikan.

Dengan minimnya perekonomian dan pendidikan di desa, membuat banyak dari warganya yang memutuskan untuk mengadu nasib ke kota, dimana mereka bisa memperoleh penghasilan ataupun pendidikan yang lebih baik dari pada hidup di desa dengan kualitas yang kurang baik. Tapi merantau ke kota juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan mahalnya kebutuhan pangan, sandang dan tempat tinggal di kota, sehingga untuk merantau membutuhkan modal yang banyak.

Baca juga: Aliansi Ciputat Menggugat Menolak Omnibus Law

Keadaan ini mengharuskan orang tua yang masih bekerja didesa, turut serta membantu anaknya dengan mengirimkan kebutuhan finansial baik itu uang maupun pangan. Perjuangan orang tua yang menginginkan anaknya sukses di luar kota ini tidaklah ringan, dengan kebutuhan dikota yang begitu besar dan penghasilan didesa yang begitu minim, banyak dari mereka kemudian menjual Berbagai asetnya di desa, baik itu berupa sawah, tanah, hewan ternak dan lain sebagainya.

Terlihat jelas, bahwa peran desa yang sangat penting bagi kehidupan kita di negara ini. Namun yang sangat disayangkan ketika seseorang meraih kesuksesannya di luar kota banyak dari mereka yang kemudian melupakan desanya. Ketika kesuksesan diraih, banyak orang berfikir untuk tinggal menetap di kota. Modal awal yang diberikan desa untuk menunjang kebutuhan di kota tidak dikembalikan. Ketika kita sudah memiliki potensi yang sangat baik, kita lebih memilih mengabdikan diri kita dengan segala potensi yang kita miliki untuk mengabdi membangun kota.

Menurut Phutut EA selaku aktivis pemberdayaan desa, hal ini menyebabkan desa memiliki problem utama yaitu kurangnya sumber daya manusia dan semakin banyaknya lahan pertanian yang kini menjadi lahan pertambangan bagi para konglomerat karena memang sumber daya manusianya tidak bisa mengolah laham pertanian tersebut.

Oleh karenanya, kita sebagai pemuda-pemudi desa yang sedang berjuang mencari ilmu di kota, seyogyanya ketika nanti lulus maka bangun lah kembali desa kita. Angkat potensi desa kita supaya menjadi desa yang makmur dan sejahtera.

Baca juga: Bagi Cewek, Mengakui Pujian Cantik Itu Nggak Sopan! 

Related posts