Corona di Indonesia: Keterbatasan Informasi, Kekhawatiran dan Sikap yang Harus Diterapkan
Opini

Corona di Indonesia: Keterbatasan Informasi, Kekhawatiran dan Sikap yang Harus Diterapkan 

Akhir-akhir ini, seluruh media tanah air berlomba-lomba untuk memberitakan segala hal yang berkaitan dengan virus corona (COVID-19), baik pencegahan, perkembangan, hingga penanganan. Alam pikiran masyarakat seolah dihiasi pemberitaan virus corona setiap waktu. Pemberitaan terus menerus yang diperbincangkan tersebut tidak membuat seseorang lebih terkontrol, malah pemberitaan tersebut menyebabkan timbulnya perasaan khawatir yang berlebihan.

Virus corona yang berasal dari Wuhan, China pada pertengahan November 2019 membuat kegemparan di seluruh dunia. Dunia dikejutkan akan bahaya kesehatan yang serius yang disebabkan oleh kemunculan virus tipe baru tersebut. Ilmuan medis di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) terus mencoba membuat eksperimen guna menemukan vaksin. Mereka bilang tidak akan ditemukan dalam waktu dekat (lihat rembes.net ‘Jangan Harap Ada Vaksin Virus Corona dalam Waktu Dekat’), namun saat ini China mengabarkan telah berhasil menemukan vaksin corona sebagaimana dilaporkan New York Post (17/3/2020), vaksin tersebut dikembangkan oleh para peneliti Akademi Ilmu Kedokteran di Wuhan.

Misteri Asal-Muasal Virus Corona

Pada awal kemunculan virus corona, banyak orang yang berusaha mengungkap misteri dibalik kemunculan virus tersebut. Ada yang mengatakan virus tersebut merupakan cara China untuk mengurangi populasi penduduk, ada juga yang berpendapat bahwa Amerika dalang semua kejadian karena bentuk kekesalan kalah dalam perang dagang. Pada intinya, kedua pendapat ini merupakan merujuk pada satu proses. Proses percobaan senjata biologi.

Setelah dunia merasakan dampak negatif penyebaran virus corona, Presiden Amerika menyatakan dengan keras dalam cuitannya soal “sumber penyakit COVID-19”. Namun, China tak bergeming dan memutuskan untuk fokus mengamankan negaranya. Hingga setelah perkembangan virus corona membaik, China balas menyerang pernyataan Amerika bahwa virus corona dibawa oleh tentara asal AS ke China. Meski demikian, tuduhan tersebut dianggap tanpa bukti.

Baca juga: #DiRumahAja Akhirnya Akan Jadi Masalah Baru 

Di tengah musibah bencana berupa wabah di dunia sekarang memang politik tidak tinggal diam. Politik mengambil andil tersendiri. Berbeda dengan negara-negara lain yang terkena dampak virus corona, Indonesia merupakan lambat dari yang lain terkait penyebaran corona. Seluruh asumsi bahwa Indonesia kebal akan virus adalah pernyataan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Virus Corona di Indonesia

Setelah presiden Joko Widodo mengumumkan ada warga negara Indonesia terjangkit virus corona pada 2 Maret 2019, media-media besar terus-menerus menyajikan berita tersebut hingga otak masyarakat terpatri bahwa virus corona semakin dekat berada disekitar mereka. Pemerintah kemudian memperpanjang status darurat bencana COVID-19 hingga 29 Mei yang awalnya hanya hingga akhir bulan Maret 2019.

Langkah-langkah cepat mulai diambil untuk penanganan penyebaran virus, mulai dari kampanye sosial media tentang pencegahan dan kebersihan sampai beberapa petugas beserta relawan terlihat turun ke jalan untuk menyemprotkan cairan pencegah virus di sudut-sudut keramaian. Kita patut mengapresiasi langkah-langkah tersebut walaupun tidak salah juga mengkritik bahwa penanggulangan semacam ini memang cukup terlambat dibanding negara-negara lain.

Virus corona di Indonesia membuat seluruh instansi pendidikan diliburkan demi mencegah penyebaran. Pengumuman ini dikeluarkanoleh menteri kesehatan hingga akhir Maret, namun melihat perkembangan penyebaran begitu cepat dan korban terus berjatuhan jumlahnya meningkat, maka pemerintah Indonesia mengumumkan kemballi bahwa virus corona merupakan bencana nasional dan masa pencegahan di tambah hingga akhir Mei.

Melihat kondisi kemunculan hingga penyebaran yang begitu pesat sampai-sampai otak masyarakat terpatri akan bahaya corona itu dekat. Banyak masyarakat yang merasa khawatir sampai kapan bencana ini akan berakhir. Para orang tua khawatir pada anak-anaknya yang merantau di Ibu kota. Anak-anaknya pun khawatir kalau-kalau ia terjangkit virus yang halus bentuknya. Kekhawatiran memang sifat alami seseorang, namun jika berlebihan maka sesungguhnya kekhawatiran itulah yang sebenarnya virus yang membahayakan bagi kesehatan.

Baca juga: Seberapa Efektif Kegiatan Belajar Online Setelah Kampus Diliburkan? 

Sikap Yang Harus Diterapkan

Sikap kita sebagai masyarakat dengan keterbatan informasi yang kita miliki ialah harus pintar-pintar mengolah akal dan perasaan ketika suatu berita terkait virus corona yang masuk ke kepala kita. Pertama, harus sadar bahwa kita memiliki keterbatasan informasi yang dibawa oleh pembawa kabar berita, dalam kata lain jangan mudah percaya dan terpengaruh oleh media massa karena media-media massa juga tidak tidak seratus persen akurat. Kedua, kita sebagai masyarakat haruslah memiliki sikap ketenangan.

Sikap inilah yang akan menyelamatkan dari virus kekhawatiran yang sesungguhnya bahayannya akan jauh lebih besar dan lebih berbahaya. Misalkan, ketika orang tua terlalu khawatir akan anakknnya yang ada di sekitar Ibu Kota dan menyuruh ia pulang kampung lalu dalam perjalanan si anak menggunakan moda transportasi yang belum tentu semua penumpangnya sehat. Akan jauh lebih membahayakan jika anak membawa virus corona dari kota ke desa.

Sikap tenang kita sebagai warga negara sangat dibutuhkan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah. Kita patut mengapresiasi dan membantu kinerja pemerintah dengan menjaga diri kita dan keluarga masing-masing dengan mematuhi himbauan pemerintah kedepan terkait masalah virus corona.

Bagaimanapun, pemerintah melalui dinas-dinas kesehatan sedang terus menerus melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Kita hanya bisa berharap pada pemegang mandat kehidupan supaya musibah ini lekas membaik dan tentu pada pemerintah agar bekerja sebaik-baiknya guna menjaga kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Related posts