Bung Tomo, Pengobar Semangat Perlawanan
Tokoh

Bung Tomo, Pengobar Semangat Perlawanan 

Budi Setyarso dalam bukunya, “Bung Tomo, Soerabaja di Tahun 45” mengatakan bahwa dalam kondisi cemas karena melihat dengan mata kepala sendiri pasukan penjajah menggertak pasukan Indonesia di Jakarta, Bung Tomo tidak ingin virus itu menular ke Surabaya. Bung Tomo ingin agar tetap semangat revolusi warga Surabaya tetap menyala.

Bung Tomo tampil sebagai pimpinan yang mengobarkan semangat perlawanan setelah mengetahui tentara Belanda dan Inggris datang ke Indonesia tak lama setelah Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Masyarakat Indonesia pun sangat marah. Perjuangan yang dilakukan dengan mati-matian malah akan diminta kembali. Siaran pidatonya mulai melanglang ke berbagai radio di Surabaya. Buku Indonesia dalam Arus Sejarah Edisi ke-6 menjelaskan, siaran Bung Tomo selalu dibuka dengan “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”, yang berhasil menggerakkan hati warga terutama masyarakat santri di Surabaya.

 Pidato dari Bung Tomo sangat fenomenal. Semua orang yang mendengarnya akan bersemangat untuk berjuang meski nyawa adalah taruhanya. Rakyat di Surabaya tidak akan pernah mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Apapun yang terjadi. Mau hancur lebur seperti apapun, rakyat Surabaya tidak akan menyerah. Lebih baik mati daripada tidak merdeka.

Betapa teguh Bung Tomo dalam memegang pendirianya. Indonesia harus benar-benar merdeka. Dan sekarang 73 tahun sudah Indonesia merdeka. Semangatnya tak pernah terlupa dan menjadi ikon pada peringatan Hari Pahlawan. Barulah pada pada tanggal 10 November 2008 gelar pahlawan nasional diberikan kepadanya. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta.

Semangat menjaga keutuhan negara itulah yang harus kita tiru. Sebagai seorang politikus, harus benar-benar berpihak pada rakyat. Sebagai seorang pengusaha, harta dan kekayaan tidak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Sebagai seorang pelajar, harus tahu bagaimana perjuangan para pendiri bangsa agar tetap terjaga semangatnya dalam mencari ilmu untuk kemashlahatan orang banyak.

Related posts