Brebes ‘Darurat’ Covid-19; Tenaga Medis Perlu Bantuan
Ngresula

Brebes ‘Darurat’ Covid-19; Tenaga Medis Perlu Bantuan 

13 rumah sakit di Brebes menjadi RS rujukan pasien terindikasi Covid-19. Seluruh tenaga medis dikerahkan untuk memaksimalkan penanganan kesehatan yang super serius ini di berbagai rumah sakit yang menjadi rujukan.

Perlu dukungan dan dorongan kepada seluruh tenaga medis, bahkan seharusnya seluruh kebutuhan tim medis harus dipenuhi sebagai bentuk dukungan terhadap garda depan penanggulangan Covid-19. Sebab mereka adalah pejuang yang tugasnya paling berat dan paling beresiko terpapar.

Anies Baswedan melalui Instagram resminya mendukung penuh seluruh tim medis di Wilayah Jakarta dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang sangat layak untuk menunjang keprimaannya dalam berjuang menyembuhkan pasien terindikasi Covid-19.

Mulai dari hotel kelas business, tranportasi untuk pulang-pergi tempat istirahat dan rumah sakit sampai segala kebutuhan nutrisi dan kesehatan tenaga medis dipenuhi. Hal itu merupakan kolaborasi yang sangat apik antara pemerintah dengan tenaga medis dan juga masyarakatnya.

Namun sungguh menyayat hati bagai langit dan bumi, kondisi tenaga medis di rumah sakit Kabupaten Brebes justru jauh dari kata layak. Mereka sebagai garda terdepan berjuang dan mengurus pasien terindikasi Covid-19 tidak mendapat hak-hak yang semestinya mereka dapat. 

Apalagi tempat penginapan yang layak, alat kesehatan untuk para tenaga medis saja sangat langka jumlahnya, sehingga para tim medis harus menggunakan dengan sangat hati-hati agar stok tidak kehabisan.

Baca juga: Gerakan Wong Brebes Lawan Corona, Berikan Donasi Terbaikmu

Hal itu sejalan dengan laporan bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH. Melalui postingan dalam IG TV Instagram resmi milikinya per tanggal 29 Maret 2020, Ia melaporkan jumlah APD (coverAll) 5 set di Instalasi Farmasi, 6 set di Call center 119. Handssanitizer 3 botol 150ml, 12 botol 250 ml, 11 botol 550 ml.

Jumlah tersebut jelas sangat minim dengan rumah sakit rujukan di Brebes terdapat 13 rumah sakit. Melihat persediaan yang sangat minim para tenaga medis berupaya untuk mencari bantuan kepada masyarakat untuk membantu ketersediaannya alat medis seperti yang dilakukan oleh RS Amanah Mahmudah, RSU Islam Mutiara Bunda dan RSUD Brebes.

Ketika daerah lain saling kolaborasi menangani pandemi ini, tenaga medis di Brebes harus berupaya lebih sebagai pejuang penyelamat Covid-19 yang tidak didukung dengan alat yang memadai. Ibarat kata, sudah susah payah dan berjuang menyembuhkan orang-orang terindikasi Covid-19 ditambah harus pusing-pusing memikirkan ketersediaan alat kesehatan, sulit dibayangkan tingkat kekhawatiran dan was-was tenaga medis di Brebes ini.

Jika dilansir dari akun Instagram dinas komunikasi dan informatika kabupaten Brebes per tanggal 21 Maret 2020 tertulis “Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE, MH. menyediakan anggaran sebesar Rp. 10 Miliar untuk penanganan Covid-19”.

Jumlah yang lumayan si, tapi kok sampai tenaga medis kekurangan alat kesehatan ya? Kalau dianalisis menurut ilmu ekonomi si memang semakin banyak jumlah permintaan barang  maka ketersediaan barang akan sedikit, tapi yo mbok melihat ketersediaan alat kesehatan yang dilaporkan itu benar-benar di ambang batas.

Apa legislatif dan eksekutif kita sudah sangat kewalahan mencari stok APD ya? Ini juga yang buat keresahan masyarakat dan buat bertakon-takon, duit banyak tapi sampai kekurangannya banget-banget. Apalagi mendengar pengalaman-pengalaman teman-teman Rembesmin yang menjadi tenaga medis bercerita harus menggunakan satu masker untuk bolak-balik kunjungan ke puskesmas-puskesmas karena ketersediaan masker dari rumah sakit yang sangat langka dan harus digunakan sebijak mungkin. Hmmm, sunggu beresiko dan harus berhati-hati.

Baca juga: When The Villagers facing coronavirus by gathering together

Upaya rumah sakit untuk membuka bantuan turut diapresiasi tapi juga harusnya selaras dengan keresahan pemerintah untuk membantu dan memfasilitasi pejuang garda terdepan kita, jangan biarkan mereka berjuang sendirian tapi perlu upaya dan kolaborasi yang ideal. Mari dukung tenaga medis kita, semua perlu terlibat baik masyarakat dan pemegang mandat kekuasaan kabupaten Brebes, Bupati dan jajarannya.

Related posts