Bom Waktu Akan Meledak Jika Pemkab Brebes Tidak Terbuka Data Corona
Ngresula

Bom Waktu Akan Meledak Jika Pemkab Brebes Tidak Terbuka Data Corona 

Menurut peta pesebaran dengan sumber corona.jatengprov.go.id per tanggal 20 April 2020 hingga kini dengan informasi yang sama, Kabupaten Brebes masih menjadi satu-satunya kabupaten bebas zona merah kasus Covid-19. Melihat pesebaran tersebut yang bahkan kabupaten diapit olih oleh daerah zona merah, namun menurut laporan tersebut Brebes tidak terkena zona merah Covid-19.

Alih-alih demikian, melalui data pesebaran itu, sebagian menimbulkan polemik, lantaran laporan peta pesebaran yang diinformasikan pemerintah provinsi Jawa Tengah berbarengan dengan warga Brebes yang terindikasi virus corona setelah kepulangannya dari Gowa, Sulawesi Selatan yang merupakaan jamaah tabligh akbar.

Baca juga: Zona Aman Brebes Dipertanyakan, Pemkab Perlu Evaluasi Serius Terkait Corona 

Per tanggal 20 April di hari yang sama dengan data pesebaran, terdapat 4 warga Brebes yang menjalani rapid test dan terindikasi positif. Kemudian hari berikutnya, terdapat rapid test susulan terhadap 5 peserta Ijtima Gowa asal Brebes sehingga kasus Corvid-19 bertambah. Namun, tidak berhenti pada angka tersebut, hingga kini peserta Ijtima Gowa asal Brebes yang menjalani rapid test bertambah menjadi 20 orang dan dari hasil rapid test tersebut menunjukkan hasil semuanya terindikasi positif.

Dengan data yang kian hari kian naik, dan lambatnya penanganan Covid-19 di kabupaten Brebes, karena melihat kasus Jamaah Tabligh Akbar di Gowa sendiri, mereka sudah pulang ke Brebes sejak tanggal 24 Maret 2020 yang merupakan informasi dari Tri Murdianingsih Anggota DPRD Kabupaten Brebes, yang dilansir dari Pantura Post.

Melihat kenyataan tersebut, pemerintah dinilai lambat dan menutup-nutupi data pesebaran kasus Corona di kabupaten Brebes. Jika penangan terhadap jamaah tabligh akbar di Gowa sudah ditangani sejak pertama kali datang ke Brebes, tidak akan terjadi boomerang bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Brebes.

Baca juga: Benarkah Brebes Masih Aman dari Corona? 

Lantas, menyoroti masalah Covid-19 di Brebes seperti bom waktu yang siap meledak kapanpun, lambatnya penanganan menjadi masalah yang paling serius, kesantuyan pemangku kekuasaan dalam hal ini Pemkab menjadi akar permasalahan, jangan kasus jamaah tabligh akbar dari menjadi sumbu bagi boom yang siap meledak.

Perlu penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten, agar sumbu tidak menjalar ke segala lapisan masyarakat lain. Sikap terbuka sangat diperlukan dengan situasi yang super genting dan kepanikan dimana-mana dan menjadi pereda dari kepanikan tersebut, atau pemkab sedang sibuk mencanangkan Brebes sebagai kawasan industri agar investor tidak lari dengan kasus Covid-19 yang nihil di Brebes? Wallahu A’lam.

Related posts