Benarkah Kita Sudah Merdeka?
Opini

Benarkah Kita Sudah Merdeka? 

Merdeka bukan berarti melupakan, merdeka hakikatnya mengingat perjuangan masa lalu sebagai pembelajaran masa kini. Bulan Agustus adalah bulan yang keramat bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan inilah bangsa ini memproklamirkan kemerdekaannya tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. 75 tahun sudah bangsa ini terbebas dari belenggu penjajahan imperialisme dan kolonialisme. Tetapi apakah benar kita sudah merdeka?. Atau justru kita sekarang ini sedang dijajah imperialisme dan kolonialisme model baru.

Realitanya meskipun bangsa ini telah memproklamirkan kemerdekaannya 75 tahun yang lalu. Tapi nyatanya tidak semua rakyat merasakan hidup dalam kemerdekaan. Kita lihat bagaimana kebijakan pemerintah hanya mementingkan kelas atas tanpa memerhatikan kelas bawah. Dan Kita lihat bagaimana fakta di lapangan sebagai contoh kebijakan pembelajaran online mengharuskan para siswa mempunyai gawai atau gadget. Namun pada faktanya banyak dari mereka yang tidak mempunyai gawai atau gadget. Ironisnya lagi pemerintah dalam hal ini Kemendikbud malah memberikan dana 20 Milyar kepada Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation. Sungguh miris negeri ini, rakyat kecil tidak diperhatikan seolah kita masih saja hidup pada zaman kolonialisme.

Bukannya kunci memajukan sebuah negara terletak pada sumber daya manusianya?. Untuk memajukan sumber daya manusia, maka otomatis harus memajukan pendidikan. Namun sayangnya, tidak semua rakyat Indonesia memperoleh akses pendidikan, ada yang hanya lulus sampai SD, sampai SMP, sampai SMA, bahkan ada juga yang tidak pernah sama sekali menempuh pendidikan. Mari kita lihat bagaimana sekolah masih juga ditariki biaya SPP, dunia perkuliahan disuruh untuk membayar uang kuliah tunggal. bukannya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah kewajiban negara? Apakah negara lupa akan hal ini? Atau pura-pura tidak tahu?

Program Kartu Indonesia Pintar atau yang dulu dikenal Bidikmisi apakah sudah tepat sasaran? Faktanya di lapangan banyak ditemukan kasus orang yang mampu tapi malah mendapatkan bidikmisi, lalu salah siapakah hal ini?. Seharusnya pemerintah tidak tutup mata akan hal ini, kunci untuk memajukan Indonesia adalah dengan pendidikan, yaitu pendidikan yang berkeadilan. Negara jangan lepas tangan akan hal ini.

Merdeka yang sesungguhnya adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu sendiri, bukan hanya sekedar mengangkat senjata dan mengusir penjajahan. Tetapi tantangan terbesar dalam sebuah negara merdeka adalah bagaimana cara mengisi, mempertahankan kemerdekaan itu. Negara kita adalah negara yang heterogen, mulikultural. Tantangannya jauh lebih besar. Upaya disintegrasi masih terus mengahantui negeri ini.

Baca juga: Manjadi Manusia Merdeka Ditengah Ujian Corona 

Para pemimpin negeri ini harus sadar diri bahwa mereka adalah kaki tangan rakyat, mereka dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jangan mereka sewenang-wenang dalam mengambil keputusan, tanpa memperhatikan kemaslahatan rakyat, membuat kebijakan seenaknya sendiri.

Para pemimpin negeri ini jangan terlalu sibuk memperkaya diri sendiri atau bahkan membangun dinasti politiknya. Ingat kalian adalah pelayan rakyat, kalian digaji oleh rakyat. Kita lihat bagaimana negeri ini, tak kunjung maju, sudah lama rakyat menantikan sejahtera, rakyat terus merana bertanya “kapan kita akan maju”.

Kita tahu bahwa diperkirakan 2020-2030 kita akan mengalami bonus demografi, dimana jumlah usia penduduk produktif jauh lebih besar daripada usia penduduk tidak produktif, hal ini harus dimanfaatkn dengan baik oleh pemerintah, jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini. Jangan sampai pemerintah lepas tangan akan tanggung jawabnya.

Kebanyakan para elite di negeri ini amnesia kepada rakyat, dan ingatannya kembali ketika lima tahun sekali, mereka dengan lantang berbicara seolah-olah mereka adalah pembela rakyat, paling dekat dengan rakyat. Tapi kemudian mereka akan amnesia lagi, begitulah siklusnya.

Para pejabat di negeri ini berdalih bahwa mempimpin negeri sebesar ini tidaklah mudah, itulah jawaban yang selalu dipakai oleh mereka. Apakah mereka tidak berusaha untuk memecahkannya. Memang untuk menyelesaikan suatu permasalahan negara harus melibatkan partisipasi dari semua rakyat, tapi pertanyaannya “Apakah negara melibatkan partisipasi rakyat dalam setiap kebijakannya?”, “Apakah benar para wakil rakyat benar-benar menyuarakan aspirasi dari rakyat?”, “Atau justru mereka menyuarakan aspirasi pesanan dari partai politiknya?”.

Kemerdekaan adalah hal mutlak bagi suatu negara yang tidak bisa diganggu gugat, merdeka memiliki makna yang luas, kemerdekaan seungguhnya adalah bagaimana cara kita mengisi kemerdekaan itu sendiri. Melihat realita di masyarakat seharusnya kita semua sadar dan punya komitmen serta mewujudkan bagaimana memerdekakan rakyat dari kebodohan, kemiskinan, dan masih banyak lagi permasalahan di negeri ini.

Baca juga: Empat Solusi Agar Belajar Daring Berhasil

Related posts