Benarkah Brebes Masih Aman dari Corona?
Opini

Benarkah Brebes Masih Aman dari Corona? 

Terhitung sampai hari ini Kabupaten Brebes masih tetap menjadi zona aman dari penyebaran pandemi corona di Provinsi Jawa Tengah. Hal itu diketahui dari data corona.jatengprov.go.id yang di update pada tanggal 20 April 2020.

Lalu apakah benar Brebes menjadi Kabupaten yang aman dan berhasil mencegah virus corona yang meresahkan seluruh warga dunia ini? Dan apakah memang hal ini karena sigapnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab Brebes) dalam penanganan virus corona?

Sebelum virus corona meluas sampai ke penjuru daerah, Pemkab Brebes sempat di ‘tampar’ oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di Jateng itu menyoroti Kabupaten Brebes pada saat rapat terbatas dengan 35 kepala daerah di Jawa Tengah lewat teleconference pada bulan lalu tepatnya tanggal 24 Maret 2020 seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Pernyataan Ganjar itu tentunya bukan main-main, mengingat banyak warga Brebes yang merantau ke kota-kota yang berstatus zona merah seperti Jabodetabek. Hal itu tentu jadi lampu merah untuk Kabupaten Brebes agar lebih tanggap sejak dini terhadap virus mematikan ini.

Baca juga: Rembes Adakan Diskusi dengan WN Malaysia 

Kasus kematian suspect Corona di Brebes

Kasus kematian suspect corona pertama di Brebes akhirnya muncul setelah seorang PDP wanita (57) meninggal dunia di RSUD Kardinah Tegal seperti dikutip dari Tribunbanyumas.com. Pasien yang sempat di rawat di RS Bhakti Asih itu berasal dari Kecamatan Wanasari Brebes.

Selang beberapa minggu, tepatnya pada tanggal 6 April 2020 kasus selanjutnya kembali muncul di Kabupaten Brebes setelah seorang pemudik dari Jakarta meninggal dunia dengan gejala demam dan sesak nafas. Seperti dikutip dari detik.com, pemudik yang berstatus ODP itu berasal dari Kecamatan Bantarkawung dan meninggal di RSUD Bumiayu

Kasus terbaru akhirnya muncul kembali di Brebes pada hari ini tanggal 20 April 2020. Mengutip dari radartegal.com, sebanyak 4 orang yang berasal dari Kecamatan Bantarkawung itu positif corona lewat rapid test, keempat orang tersebut akhirnya dirujuk ke RSUD Brebes setelah sebelumnya melakukan perjalan dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Dari runtutan kasus diatas tentu ini menjadi catatan penting akan perlunya pencegahan dan penanganan yang massif. Bak nasi sudah menjadi bubur rasanya kini virus corona semakin dekat dengan masyarakat Brebes. Perlu ada tindakan yang khusus terhadap lokasi-lokasi yang menjadi riwayat perjalanan dan interaksi dari para pasien suspect corona.

Tidak ada informasi hasil swab di Brebes

Untuk mengetahui seseorang positif corona atau tidaknya perlu dilakukan pemeriksaan lewat tes swab. Tes swab sendiri merupakan proses pengambilan sampel lendir dari saluran pernapasan. Caranya dengan mengusap tenggorokan melalui mulut dan hidung.

Hal ini dilakukan karena virus corona sama seperti flu, yaitu menyerang saluran pernapasan, sehingga hasil dari sampel tersebut akan diuji kebenarannya di laboratorium. Hasil tes swab sendiri umumnya akan mengeluarkan hasil dalam waktu 2X24 jam menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) Siswanto.

Pasca beberapa kasus meninggal suspect corona di Brebes sampai tulisan ini ditulis tidak ada data yang memuat soal pemeriksaan lanjut untuk warga Brebes yang meninggal. Apakah kasus yang meninggal itu positif atau negatif.

Jika tidak ada data tersebut tentunya ini akan menjadi bencana bagi warga Brebes khususnya orang-orang sekitar tempat tinggal pasien meninggal dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.

Baca juga: Cinta dan Mencintai: Bantahan Dua Opini (Ndopok Tentang Cinta) 

Dengan dana 10M yang digelontorkan Pemkab Brebes seharusnya keterbatasan informasi ini harus bisa diatasi. Ketika memang hasil tes itu belum keluar cobalah di kabarkan kepada masyarakat Brebes. Upaya pemfokusan terhadap daerah yang terindikasi virus corona di Brebes juga harus segera dilakukan agar tidak ada lagi kasus-kasus baru yang bermunculan.

Dalam hal pencegahan pandemi ini tentunya bukan hanya peran pemerintah saja yang diperlukan, tetapi kesadaran masyarakat pun harus tinggi akan bahaya virus corona. Rasanya akan capek jika terus mengandalkan berbagai pihak apalagi pemerintah, sebagai rakyat biasa tentu kita hanya bisa bekerjasama saling bantu dari hal terkecil agar tetap hidup dengan sehat sampai virus ini berlalu.

Dan terakhir, menyoal apakah Brebes masih aman dari pandemi virus corona tentu dengan tidak adanya hasil tes swab atas pasien meninggal suspect corona tidak akan ada jawaban yang valid. Lagi-lagi berawal dari diri sendiri untuk saling mengingatkan akan menjaga dari hal-hal yang mengakibatkan kita terinfeksi virus corona dan saling mengingatkan dari lingkup terkecil semisal keluarga menjadi hal yang perlu dipertahankan.

Related posts