Aspirasi Mahasiswa: Apa Tindak Lanjut Pihak Kampus Universitas Peradaban?
Brebesan

Aspirasi Mahasiswa: Apa Tindak Lanjut Pihak Kampus Universitas Peradaban? 

Bagi sebagian mahasiswa yang sedang melakukan perkuliahan secara online, ternyata banyak yang masih terkendala dari segi media dan juga metode yang diselenggarakan tak terkecuali mahasiswa di Universitas Peradaban Bumiayu (UPB). Tidak sedikit yang mengeluhkan atas penyelenggaraan perkuliahan secara online, karena belum adanya SOP yang jelas dari pihak kampus, untuk mengatasi adanya virus yang mengharuskan perkulihan dengan daring. 

Diolah dari hasil pengisian Form Aspirasi Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, per tanggal 04 April 2020, 287 mahasiswa mengisi form tersebut. Adapun mahasiswa yang mengisi form dibagi menjadi beberapa kategori, yakni mahasiswa yang masih aktif, mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir, dan mahasiswa yang aktif kuliah dan juga sedang mengerjakan tugas akhir. Dari 280 mahasiswa yang tercatat aktif kuliah dengan prosentase 90,7%,  dan selebihnya masuk dalam kategori mahaiswa yang sedang melakukan tugas akhir. Mahasiswa yang memberikan tanggapan antara lain: 90,7% diwakili oleh mahasiswa yang aktif kuliah, 8,6% mahasiswa yang sedang melakukan bimbingan skripsi. Sisanya dibagi menjadi dua jenis, yakni : mahasiswa yang aktif kuliah dan juga sedang bimbingan skripsi, serta mahasiswa angkatan tahun 2014. Dari 287 tanggapan itu, diantaranya oleh mahasiswa dari angkatan tahun masuk 2014 sampai dengan angakatn tahun 2019.

Beragam tanggapan yang dituliskan dalam pengisian form tersebut, baiklah kita langsung saja menyajikan tanggapan-tanggapan oleh mahasiswa atas adanya perkuliahan secara online. Di sini kita akan membagi tanggapan dari beberapa pertanyaan, simak baik-baik tanggapan serta pernyataan mahasiswa dibawah ini:

Pertama: Apakah Perkuliahan Secara Online Berjalan Efektif?

Mayoritas mahasiswa menjawab tidak dengan persentase 88,1% atau 269 mahasiswa menyatkan kurng efektif, tanggapannya beragam mulai dari ada yang menyatakan sebagai berikut: tidak semua materi bisa dipahami, apa lagi ada sebagian materi yang harus dipraktikan, tidak adanya SOP atau protokol terkait perkuliahan online, terkadang sinyal tidak mendukung dan juga kuota internet. Ini adalah tanggapan mahasiswa yang menyatakan perkuliahan online kurang efektif.

Kedua: Apakah Metode Atau Media Yang Digunakan Untuk Perkuliahan Online Membebani Anda?

Baca juga: Luhut Tuntut Said Didu, Netizen Serukan Tagar #WeAllStandWithSaidDidu 

Mayoritas mahasiswa menjawa Ya dengan persentase sebesar 27% dan 28% menjawab Tidak, beragam tanggapan tersebut terangkum sebagai berikut: karena banyak tugas numpuk, karena kuota internet harus selalu full dan saya terkendala di signal handphone yang susah diwilayah saya serta dosen memberikan tugas dengan sangat cepat dan harus cepat di kumpulkan jika tidak tepat waktu dianggap tidak mengerjakan, kasihan dengan mahasiswa yang tidak lengkap atau tidak punya elektronik seperti lapton dan komputer. Ini adalah pernyataan mahasiswa yang merasa terbebani dengan metode atau media yang digunakan pada perkuliahan online.

Ketiga: Apakah Materi Yang Disampaikan Mudah Dipahami? 

Hampir mayoritas mengatakan Tidak, dengan jumlah 81,1% dan 18,9% menjawab Ya. Beragam tanggapan sebagai berikut: Dosen hanya memberikan materi tanpa menjelaskan bahkan ada yang menuntut mahasiswa untukmencari materi dan tanpa adanya follow up, karena menurut saya sejelas apapun materi yang disampaikan lewat online masih lebih mudah di pahami materi yang sampaikan langsung dari dosen kepada mahasiswa, yang tatap muka saha 50% pak apalagi yang daring, karena tidak betatap muka langsung jadi kami kurang memahami materi yang disampaikan dosen. Ini berbagai tanggapan mahasiswa yang belum begitu paham akan materi yang di ajarkan dari perkuliahan online. 

Keempat: Apakah Perkuliahan Secara Online Dilaksanakan Sesuai Dengan Jadwal Yang Ditentukan Akademik?

Prosentase 44,7% mahasiswa menjawab Tidak dan 55,3% mahasiswa menjawab Ya. Mahasiswa yang menyatakan tidak, yakni dengan alasan sebagai berikut: tidak ada SOP yang menatur jadi masih ngawur, tergantung kesibukan dosen jadi tidak selalu sesuai jadwal perkuliahan, ada yang tidak sesuai dengan jadwal yang seharusnya jam 1 siang jadi jam 8 malam bahkan jam 9 malam dan dosen tidak mengabari kalau jadwal di undur mahasiswa sudah menunggu lama jadinya nagntuk. Itulah beberapa tanggapan mahasiswa yang menyatakan perkuliahan online yang di terimannya belum sesuai jadwal yang di tentukan akademik kampus.

Selain dari mahasiswa yang hanya aktif perkuliahan, tidak ketinggalan beragam tanggapan bagi mahasiswa yang sedang dalam pemenuhan tuhas akhir perkuliahan. Selengkapnya kita bisa simak tanggapan dan pertanyaan  mahasiswa tingkat akhir sebagai berikut:

Pertama: Apakah Proses Bimbingan Mengalami Kendala Setelah Adanya Surat Edaran Tentang Upaya Pencegahan Covid-19?

Baca juga: Bupati Brebes Dinilai Tak Tegas, Mahasiswanya Bikin Gerakan Lawan Corona

Mahasiswa lebih banyak yang menyatakan Ya, artinya banyak mahasiswa yang masih mengalami banyak kendala dalam proses pemenuhan tugas akhir. Berikut tanggapan dari mahasiswa: menjadi tertekan karena terbebani tugas yang berlebihan, jika revisi susah dipahami, bimbingan online alhamdulillah lancar namun besar harapansaya bisa bimbingan tatap muka karena akan lebih mudah memahami apa yang direvisi serta dapat berdiskusi lebih dalam lagi tentang skripsi dengan dosen pembimbing, jawaban yang diberikan dosen pembimbing kadang kurang memuaskan dan membingunkan lebih enak face to face jadi lebih tahu letak kesalahannya dimana terus tidak semua mahasiswa banyak kuota jaringan kadang suka jadi kendala untuk cari bahan referensi dan komunikasi dengan dosen pembimbing. Ini adalah tanggapan sebagian mahasiswa yang mengalami kendala dalam bimbingan pengerjaan tugas akhirnya.

Kedua: Apakah Wabah Covid-19 Menganggu Waktu Anda Dalam Proses Penelitian Untuk Bahan Skripsi?

Mayoritas mahasiswa menjab Ya, dengan tanggapan sebagai berikut: sekolahan yang saya gunakan sebagai media penelitian sedang libur, kondisi seperti ini jelas membuat saya dan teman-teman bingung untuk melakukan penelitian dimana kebanyakan lokasi dan subjek dari penelitian. Ini menjadi banyak keluhan atas upaya dalam pemenuhan tugas akhir dengan adanya perubahan dari yang sebelumnya.

Tentu hal ini menjadi catatan penitng, khususnya bagi pihak kampus untuk mencarikan solusi konkretnya. Artinya, keberadaan pihak kampus harus mampu menjawab tantangan permasalahan yang ada. Semoga bisa secepatnya ada penanganan secara serius dari pihak kampus untuk tetap memberikan hak mahasiswa seutuhnya, dan juga mampu memberi perhatian dan solusi.

Related posts