Arahan Protokol Kesehatan Saat New Normal
Sinau

Arahan Protokol Kesehatan Saat New Normal 

Hampir 4 bulan lamanya, negeri ini dilanda oleh virus yang sangat berbahaya. Dampak-dampak yang merajalela yang menjadikan lemahnya Indonesia dalam keadaan saat ini. Aktivitas kegiatan sehari-hari pun tertunda lamanya. Kelemahan ekonomi, pendidikan, maupun pekerjaan yang harus terhenti demi memutus rantai penyebaran virus corona. Sehingga semua dialihkan untuk tetap di rumah saja untuk setiap kegiatan. Bekerja maupun belajar akan selalu tetap berjalan dalam jarak jauh. Dikarenakan, banyak sekali orang yang terpapar virus berbahaya ini tanpa gejala.

Seperti yang dijelaskan oleh pemerintah lewat MENKES bahwa virus ini tidak hanya datang kepada orang yang bergejala, tetapi yang tidak ada tanda gejala pun bisa terpapar virus corona. Terdapat bahwa faktor penyebab seseorang cepat terjangkit virus ini yang memiliki penyakit hipertensi, diabetes, jantung, dan paru-paru. Persentase kematian dengan pencapaian tinggi oleh faktor usia 45 tahun keatas.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit memaparkan jika terdapat kasus seperti itu yang telah berkontak erat dengan pasien dalam pengawasan virus ini maka petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan alat pelindung diri sesuai standar. Dan orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus tersebut dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. (PENYUSUN, T. PROTOKOL TATALAKSANA COVID-19, Maret, 2020).

Setelah maraknya kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah, maka keputusan terkuak kembali untuk menetapkan tatanan normal kembali atau dalam istilah new normal. Penetapan kebijakan baru ini dimulai pada pertengahan Juni. Begitupun halnya dengan istilah protokol kesehatan yang harus diterapkan bagi masyarakat negeri ini semaksimal mungkin untuk menghindari bahaya virus. Sehingga kondisi new normal saat ini dituntut untuk menjaga arahan protokol kesehatan dari pemerintah yaitu selalu tetap memakai masker, hand sanitizer, dan memberi asupan vitamin secara rutin. Maka untuk menjaga semua itu dianjurkan dalam protokol kesehatan untuk jaga jarak baik itu fisik maupun sosial. Salah satunya kontak erat yang menyebabkan virus ini mudah tersebar ialah seseorang yang berkontak fisik dalam satu ruangan dengan radius 1 meter.

Baca juga: Toleransi Beragama Adalah Kunci Keutuhan Bernegara 

Kebijakan new normal ini akan berlanjut sampai ditemukannya vaksin. Sehingga masyarakat dapat kembali hidup “normal” setelah adanya “new normal.” Tetapi, harapan besar pemerintah tentang ini agar penularan virus ini dapat hilang dan terputus secepatnya sebelum adanya vaksin.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan bahwa penerapan protokol COVID-19 sebagai new normal atau menuju normal baru harus tetap diterapkan secara ketat. Pemantauan pelaksanaan protokol harus dilakukan secara rutin dan evaluasi terhadap dampak kebijakan juga dilakukan. (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Mei, 2020).

Kementerian dan para jajaran pemerintah sangat mengkhawatirkan keadaan saat ini. Apalagi diberlakukannya new normal yang merupakan akan mendapatkan risiko besar dengan keputusan ini. Kebijakan ini yang dianggap akan sangat dekat dengan persentase penambahan pasien yang terpapar virus corona. Begitupun dengan konsumen dalam perekonomian akan menurun pada masa new normal ini karena banyaknya virus yang tertular. Tetapi, pemerintah telah mempersiapkan dan merancang semuanya akan hal yang akan terjadi seperti kebijakan baru ini. Untuk mencapai kondisi yang diinginkan maka pembukaan wilayah ekonomi, perdagangan maupun pekerjaan dipulihkan kembali seperti sedia kala. Akan tetapi, new normal akan selalu tetap dalam pengawasan dalam kesehatan dari penghindaran penyebaran virus ini.

Persiapan-persiapan dan pertimbangan inilah yang menjadi keputusan bagi kita semua bahwa negeri ini akan baik-baik saja jika kita bersatu menghadapi virus yang ada di negeri ini. Pemerintah maupun rakyat sedang menghadapi keresahan selama pandemi ini. Tetapi, kekuatan dan persatuan yang kuat akan selalu berpihak kepada kita untuk berakhirnya wabah penyakit virus corona.

Baca juga: Pasal 36, Bena, dan Indonesia

Daftar pustaka

-PENYUSUN, T. PROTOKOL TATALAKSANA COVID-19. Maret, 2020.
-Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2020). Ketika semua harus memulai fase “new normal.” Dipetik 12 Mei, 2020 dari Kementerian Komunikasi Kesehatan Republik Indonesia
-Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2020). Menuju normal baru, Bappenas rumuskan protokol masyarakat produktif dana man COVID-19. Dipetik 22 Mei, 2020, dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Related posts