4 Nasihat Leluhur Jawa yang Pas Diamalkan Saat Pandemi
Sinau

4 Nasihat Leluhur Jawa yang Pas Diamalkan Saat Pandemi 

Para leluhur jawa memang memiliki wibawa tersendiri, salah satunya kita bisa lihat hari wejangan-wejangannya. Bagaimana wejangan itu masih diingat oleh masyarakat jawa sampai sekarang. dari wejangan tentang kehidupan, budaya maupun cara bersosial.

Rasanya dengan adanya pandemi ini kita bisa buka untuk mengingat dan merenungi kembali wejangan leluhur kita terdahulu. Agar kita bisa lebih bijak menghadapi apapun masalah yang menimpa kita saat ini. Mungkin Rembesmin tidak bisa meyebutkannya satu persatu tetapi ada beberapa wejangan yang ingin Rembesmin sampaikan dan rasanya wejangan ini pas untuk kita ingat kembali dalam kondisi seperti ini. yaitu:

Eling Marang Gusti (Selalu dekat dengan tuhan)

Dalam keadaan seperti ini untuk kita orang yang beragama tidak ada sandaran lagi untuk kita kecuali bersandar pada Tuhan yang maha esa. Berikhtiar lalu pasrah dengan apa yang dikehendakinya. Karena jika bukan dengan izinya musibah ini tidak akan terjadi. Terlalu mudah bagi Tuhan mengusir wabah ini dan terlalu mudah juga untuk tuhan membuat wabah ini semakin luas. Maka dari itu kita sebagai manusia yang hina tidak ada lagi sandaran kecuali kepada Tuhan yang maha besar.

Baca juga: Runtuhnya Moral Siswa Indonesia Ditengah Pandemi Global 

Karena jika hari-hari kita hanya menyalahkan orang saja, mencari siapa yang salah dengan adanya wabah ini. sebenarnya sangat membuang-buang waktu saja. Bahkan malah membuat hidup semakin ruwet karena hati sudah dipenuhi kebencian. Lebih baik kita sesekali merenung, menyadari adanya tuhan dan menyadari bahwa kita manusia adalah makhluk yang lemah.

Eling Mring Sesami (Peduli kepada sesama)

Pandemi ini tidak jarang membuat manusia jadi bingung dalam menempah hidup. Dari banyaknya pekerja yang di PHK, yang berdagang omsetnya turun drastis, apalagi yang hanya diam dirumah menunggu anak atau kerabatnya gajian. Maka dari itu tidak sedikit dari kita yang mau makan saja susah.

Saling membantu adalah hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Minimal menengok tetangga kanan kiri sebelum kita menengok masyarakat yang lebih jauh. Karena seperti sedikit tidak etis jika kita fokus kepada hal yang jauh tetapi tetangga sendiri saja kelaparan.

Eling Lelabuhaning Liyan (Melupakan kebaikan diri sendiri)

Memang ada baiknya jika kita berbagi lalu diekspose di media sosial karena bisa menjadi motivasi orang-orang lain untuk berbagi juga, tetapi lebih baik lagi jika tidak. Karena bisa saja orang yang kita ambil gambarnya tidak ingin dilakukan seperti itu (malu). Memang keikhlasan tidak bisa kita lihat dari luar saja, bisa saja memang orang-orang yang berbagi itu ikhlas dalam amalnya.

Baca juga: Malas Bangun Sahur, Bagaimana Agar Tetap Mendapatkan Berkahnya? 

Menyikapi kata-kata luhur ini kita disuruh melupakan kebaikan kita sendiri. Karena kebaikan sejati berasal dari hati yang bersih bukan berbuat lalu selfi. Jadi teringat kata-kata Jalaludin Rumi kurang lebihnya seperti ini “amal itu seperti kerangka yang mati dan ruhnya adalah keikhlasan. Maka dari itu para leluhur menyuruh kita berbuat baik tanpa adanya rasa pamrih.

Memayu Hayuning Pribadi, Kulawarga, Sesama, lan Bawana (Berbuat baik kepada alam beserta isinya)

Banyaknya manusia rakus dibumi ini membuat alam semakin hari semakin memprihatinkan. Dari pembangunan proyek membabi buta yang terus menghantam lahan-lahan kosong. Bahkan jika lahan itu adalah hutan dengan cara dibakar terlebih dahulu. Pengerukan gunung untuk diambil isi perut besarnya demi memenuhi perut kecil sang pemodal dan masih banyak lagi perbuatan jahat dan menyedihkan yang dilakukan manusia dengan alamnya.

Seakan alam berbahagia dengan adanya pandemi ini. Karena keadaan seperti ini seakan menjadi nafas segar bagi alam untuk menampilkan dirinya lagi. Coba kita lihat saja salah satu contohnya yaitu karena adanya pandemi ini polusi udara semakin bekurang dan masih banyak lagi yang kalian juga pasti sudah tahu. Maka dari itu para leluhur jawa sejak dahulu sudah memberikan nasehat agar kita selalu menjaga dan bebuat baik kepada alam dan isinya. Karena jika kita merusak alam maka otomatis kita juga menyakiti hati penghuninya

Related posts